Persebaya Surabaya

Persebaya vs Arema FC, Legenda Bajul Ijo Beber Rivalitas dengan Malang Sudah Ada Sebelum Arema Ada

Bahkan sebelum Arema ada, atmosfer rivalitas pertandingan ketika Persebaya bertemu dengan Persema, sudah kental terasa.

surya/dya ayu
Yusuf Ekodono. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Mantan pemain tengah sekaligus legenda hidup Persebaya Surabaya dari era-86 hingga 90-an, Yusuf Ekodono, tentu sudah makan banyak asam garam saat membela Bajul Ijo. Tak terkecuali saat Persebaya melawan Arema FC.

Membagikan pengalamannya ketika membela Bajul Ijo saat bertemu dengan rival sejatinya Singo Edan, Yusuf Ekodono mengatakan pertemuan kedua tim ini tak hanya dinantikan oleh khalayak saja, namun juga para pemain yang saat itu akan turun menjadi punggawa.

Tak memungkiri, laga hidup mati seakan harus dibuktikan ketika berada di lapangan, sehingga atmosfer dan mentalitas diri terbangun dengan sendirinya.

Bahkan sebelum Arema ada, atmosfer rivalitas pertandingan ketika Persebaya bertemu dengan Persema, sudah kental terasa.

"Tidak dipungkiri kami harus dapat poin kalau main di kandang. Apalagi dulu saat 1997 Persebaya meraih kesukesan yang luar biasa. Jadi rivalitas memang ada, mulai dari Persema itu sudah rival. Dan memang Persebaya memiliki rivalitas tinggi, khususnya untuk pendukung kita saat itu memiliki gengsi tersendiri terhadap Kota Malang," kata Yusuf Ekodono, Senin (30/4/2018).

Sadar memiliki tanggung jawab yang besar pada suporter dan tim, Ekodono mengaku saat itu para pemain Persebaya tak ingin setengah-setengah dalam mempersembahkan kemenangan untuk semua pecinta Persebaya.

Apalagi saat itu materi pemain yang dimiliki Persebaya, tak memiliki tandingan. Bahkan Aji Santoso, mantan pelatih Arema FC saat itu didaulat menjadi kapten Persebaya hingga sukses membawa Persebaya menjadi The Dream Team.

"Kita sebagai pemain tentu berusaha membantu mewujudkan harapan suporter. Dan saat itu memang Persebaya menjadi tim yang tidak bisa dikalahkan. Tentu ini bisa jadi semangat Persebaya saat ini untuk pemain harus memberikan yang terbaik saat Persebaya ketemu Arema nanti," jelasnya.

"Yang jelas dulu kalau Persebaya ketemu Arema atau Persema, pemain tampil maksimal, karena mereka juga ngotot kalau ketemu tim ini. Jadi kami juga harus begitu. Intinya kami berusaha agar tim kami menang," tambahnya.

Diakui ayah Fandi Eko Utomo gelandang Persebaya Surabaya ini, materi pemain menjadi salah satu faktor terpenting untuk mewujudkan prestasi yang diinginkan.

Apalagi saat ini Persebaya masih dihuni pemain muda, sebagai tim promosi, sehingga tentu masih perlu proses untuk menanjak naik dan mengulang kesuksesan para pendahulunya.

"Banyak faktor yang menjadi penunjang, materi pemain, taktik dari pelatih, dukungan pengurus manajemen dan tentu dukungan Bonek. Kalau saya lihat, Persebaya saat ini masih mengandalkan tim juara di Liga 2 lalu, padahal Persebaya sudah naik level di Liga 1. Dengan kualitas lawan yang lebih sulit, jadi mungkin sebaiknya untuk menurunkan pemain muda, tunggu waktu dulu," tutur mantan asisten pelatih Bhayangkara FC itu.

Penulis: Dya Ayu
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved