Berita Jember

Kiai di Jember Laporkan Akun Facebook Karena Dianggap Memfitnah Dirinya

Seorang kiai di Jember melaporkan sebuah akun Facebook yang telah menggunakan identitas dan fotonya serta mengunggah hal yang tak benar.

Kiai di Jember Laporkan Akun Facebook Karena Dianggap Memfitnah Dirinya
surabaya.tribunnews.com/erwin wicaksono
K.H Ali Wafa (tengah) mendatangi Polres Jember untuk melaporkan sebuah akun Facebook Palsu yang mengatasnamakan dirinya, Senin (30/4/2018). 

SURYA.co.id | JEMBER -  K.H. Ali Wafa, pengasuh Pondok Pesantren Mahfiludluror di Desa Suger Kidul, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember, melaporkan sebuah akun Facebook yang sengaja menggunakan identitasnya untuk mengunggah konten-konten yang tak benar. 

Dia melaporkan akun Facebook yang bernama "Khajji Aliwefa" ke Polres Jember, Senin (30/4/2018). Selain menggunakan namanya, akun itu juga menggunakan foto profil KH Ali Wafa. 

Akun tersebut juga membuat postingan status yang intinya bermakna seakan-akan K.H Ali Wafa sedang pusing memikirkan santri putrinya yang sudah bertunangan dan tunangannya selalu menjenguk santri putri tersebut.

"Saya melaporkan akun facebook mengastanamakan saya. Saya sendiri tidak punya Facebook, tahu-tahunya ada akun yang berbicara seperti itu dua hari lalu, di situ ditulis dan tulisannya sangat merugikan saya, sangat melecehkan saya, ini mengancam hubungan di kalangan santri saya," terang K.H Ali Wafa.

Ia menegaskan, akun tersebut bukanlah miliknya. Foto yang dijadikan profile picture di akun itu pun adalah fotonya dalam sebuah kalender. 

"Fotonya foto profil saya, itu dari kalender ketika saya di Bondowoso, harapan saya ini segera diselesaikan oleh Polres Jember" tambahnya.

Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo mengatakan telah menerima laporan kasus ini dan memperdalam isi laporan selanjutnya melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan korban.

"Hari ini kami menerima laporan atas nama K.H Ali Wafa, kami terima laporannya terkait akun palsu yang mengatasnamakan dirinya. Selanjutnya kami harus ambil keterangan dari saksi ataupun korban, akan kami perdalam unsur kerugian yang diterima, berdasarkan pasal 45 junkto, juncto pasal 28 UUD no 11 tahun 2008 menyebutkan bahwa menyebarkan berita bohong ancaman pidanannya 6 tahun penjara," ujar Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo ketika ditemui di Polres Jember

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved