Berita Surabaya

Besok, 88 Guru Kontrak Baru Disebar Dindik Kota Surabaya Mulai Mengajar

Sekretaris Dindik Kota Surabaya, Aston Tambunan, mengatakan guru kontrak ini telah melewati serangkaian proses seleksi

Besok, 88 Guru Kontrak Baru Disebar Dindik Kota Surabaya Mulai Mengajar
istimewa
ilustrasi guru 

SURYA.co.id | SURABAYA - Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Surabaya telah membagikan Surat Perintah (SP) untuk 88 guru kontrak baru. Guru ini ditempatkan di SD dan SMP negeri dan mulai mengajar besok, Senin (30/4/2018).

Sekretaris Dindik Kota Surabaya, Aston Tambunan, mengatakan guru kontrak ini telah melewati serangkaian proses seleksi, mulai dari seleksi berkas administrasi, teknis mengajar hingga psikotest.

"Pemberian SP pada 88 guru kontrak ini merupakan gelombang pertama penempatan guru baru di sekolah-sekolah," kata Aston pada SURYA.co.id, Minggu (29/4/2018).

Hal ini juga upaya optimalisasi tenaga pendidik agar tidak sampai mengganggu proses belajar mengajar siswa.

“Kami berharap dengan adanya guru kontrak baru yang rata-rata masih muda dapat mendorong peningkatan mutu dan kualitas pendidikan di Surabaya terutama dalam mencerdaskan generasi bangsa," sambungnya.

Ia berharap sebagai guru baru, mereka harus mematuhi aturan yang berlaku. Serta saling menghargai dan menghormati dengan teman seprofesi ataupun yang lebih tua.

Tidak hanya memiliki kemampuan mengajar namun guru baru tersebut harus netral dan memiliki komitmen tinggi dalam mengajar.

“SPK hanya berlaku 1 tahun serta bisa diperpanjang berdasarkan hasil evaluasi kinerja”, ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Mamik Suparmi, menyampaikan setiap enam bulan sekali kinerja dari guru kontrak baru akan dievaluasi melalui sistem.

Guru Surabaya juga harus mampu menguasai teknologi (IT) saat ini.

"Ada empat hal utama yang menjadi acuan penilaian, pertama kehadiran, pemenuhan jam mengajar, perangkat mengajar serta komitmen bekerja,"paparnya.

Mamik menambahkan untuk mengajar guru harus memiliki perangkat mengajar yang telah disesuaikan dengan struktur Kurikulum 2013, karena sekolah-sekolah di Surabaya telah menggunakan kurikulum baru tersebut.

“Perangkat disesuaikan dengan mata pelajarannya masing-masing serta ke depan mereka juga dituntut untuk mampu membuat soal-soal latihan siswa High Order Thinking Skills (HOTS)”, jelas Mamik.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved