Berita Pasuruan

Kejari Kabupaten Pasuruan Tangkap Terpidana Kasus Korupsi ADD di Porong Sidoarjo

Sebelumnya, yang bersangkutan divonis bersalah oleh Hakim di Pengadilan Tipikor Surabaya di Sedati Sidoarjo

Kejari Kabupaten Pasuruan Tangkap Terpidana Kasus Korupsi ADD di Porong Sidoarjo
surya/galih lintartika
Kejaksaan Negeri (Kejari) Pasuruan menangkap terpidana kasus korupsi ADD mantan Sekretaris Desa Watukosek, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan M Chasan Chusen (kanan), Sabtu (28/4/2018) pagi. 

SURYA.co.id | PASURUAN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Pasuruan menangkap paksa terpidana kasus korupsi ADD mantan Sekretaris Desa Watukosek, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan M Chasan Chusen, Sabtu (28/4/2018) pagi.

Terpidana dijemput paksa di rumahnya di Porong, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo.

Eksekusi ini dilakukan berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI No 6 K/PID.SUS/2018 tanggal 27 Maret 2018.

Putusan Mahkamah Agung ini menolak permohonan kasasi dari pemohon kasasi/penuntut umum pada kejaksaan negeri kabupaten Pasuruan dan pemohon kasasi II/terdakwa M.Chasan Chusen, dan membebankan terdakwa untuk membayar biaya perkara pada tingkat kasasi sebesar Rp 2.500.

Sebelumnya, yang bersangkutan divonis bersalah oleh Hakim di Pengadilan Tipikor Surabaya di Sedati Sidoarjo.

Hakim menjatuhi hukuman 2 tahun penjara dan denda Rp 50 juta.

Yang bersangkutan terbukti bersalah memanfaatkan jabatannya untuk memperkaya dirinya sendiri.

Dia mengambil dana ADD untuk kepentingannya sendiri.

Tim jaksa penuntut umum yang melaksanakan eksekusi yaitu jaksa pidana khusus dibantu tim intel Kejari Pasuruan dan polisi.

Terpidana langsung dijebloskan Rutan Bangil untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Kajari Pasuruan Muh Noor mengatakan, akan menindak tegas semua pihak atau oknum yang melanggar aturan.

Siapapun yang terindikasi melakukan tindak korupsi akan ditindaklanjuti untuk diadili.

Apalagi yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap, maka akan langsung dieksekusi.

"Kami akan berantas semua perbuatan tercela yakni korupsi. Akan kami tindak tegas yang melanggar hukim. Siapapun itu," katanya.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved