Breaking News:

Berita Madiun

Diduga Kampanye Saat Reses, Paslon Mahardika-Arief Rahman Diberi Peringatan

Panwaslu melayangkan surat peringatan bagi pasangan calon Walikota Madiun nomor urut 2, Harryadin Mahardika-Arief Rahman

Penulis: Rahadian Bagus | Editor: Cak Sur
SURYAOnline/Rahadian Bagus
Calon Walikota nomor urut 2, Mahardika diklarifikasi oleh Panwaslu Kota Madiun karena diduga berkampanye di lokasi reses dewan 

SURYA.co.id | MADIUN - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Madiun akhirnya memberikan surat rekomendasi kepada anggota DPRD Kota Madiun, Amanto. Panwaslu juga melayangkan surat peringatan bagi pasangan calon Walikota Madiun nomor urut 2, Harryadin Mahardika-Arief Rahman.

"Untuk paslon 2 kami beri surat teguran agar berkampanye dengan mematuhi aturan. Untuk Amanto kami rekom ke Ketua DPRD dan BK agar diberi sanksi dan teguran karena mencoba menggunakan dana reses untuk ditumpangi kampanye paslon. Walau akhirnya dana tidak jadi dicairkan,"katanya Ketua Panwaslu Kota Madiun, Kokok Heru Purwoko saat dikonfirmsi, Sabtu (28/4/2018) sore.

Sebelumnya, Koko mengatakan apabila anggota dewan dari Partai Nasdem, Amanto terbukti memanfaatkan kegiatan reses yang didanai APBD untuk ajak kampanye, maka hal itu masuk kategori tindak pidana pemilu. Namun, dari hasil klarifikasi, Amanto tidak terbukti menggunakan dana APBD.

"Tidak, karena tidak terbukti ada dana APBD yang digunakan," katanya.

Kokok menuturkan, surat rekomendasi dan peringatan itu dilayangkan setelah Panwaslu melakukan klarifikasi terhadap Sekretaris dan Bendahara DPRD Kota Madiun.

Dikatakan Kokok, Panwaslu Kota Madiun memastikan Amanto memiliki niatan untuk mengadakan reses. Namun, karena kegiatan reses itu diketahui Panwaslu Kota Madiun, Amanto membuat surat pembatalan kegiatan reses dan menggantinya dengan kegitan bimtek partai.

"Kami pastikan ada niatan dari pak Amanto untuk mengadakan reses, buktinya sudah ada pengajuan proposal reses,” kata Kokok.

Untuk diketahui, sebelumnya Panwaslu Kota Madiun mendapatkan laporan adanya dugaaan pelanggaran kampanye yang dilakukan paslon Walikota dan Wakil Walikota Madiun, Mahardika-Arif. Paslon yang maju secara independen ini menghadiri acara serap aspirasi masyarakat atau reses masa persidangan I, di rumah anggota Komisi III, DPRD Kota Madiun bernama Amanto, pada Kamis (19/4/2018) malam.

Panwaslu mengantongi beberapa bukti, di antaranya foto yang memperlihatkan ketika paslon nomor urut 2 sedang memberikan sambutan dalam acara reses dengan menggenakan atribut kaos kerah berwarna putih bertuliskan Madiun Mahardika.

Dalam spanduk acara juga twrtulis jelas nama kegiatan Jaring Aspirasi Masyarakat Reses Masa Persidangan I Tahun 2018 DPRD Kota Madiun.

Bukti reses yang diduga didanai pemerintah daerah dijadikan ajang kampanye, juga dikuatkan dengan adanya Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) Kampanye yang dikeluarkan pihak Kepolisian.

Dalam kegiatan reses tersebut juga tampak, Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Madiun yang juga merupakan politisi Demokrat, Bondan Panji Saputro.

Ketika dikonfirmasi usai pemeriksaan, Mahardika mengaku sebelumnya telah mengkonfirmasi kepda Amanto selaku pengundang. Dari konfirmasi itu, dia mengetahui bahwa sumber dana kegiatan tersebut berasal dari dana pribadi Armanto, sehingga dia berani datang.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved