Citizen Reporter

Ini Peran Asyik Para Ibu

Perempuan sebagai istri dan ibu adalah perhiasan bagi suami dan harus menjaga kehormatan keluarga. Ibu adalah guru pertama bagi anak.

Ini Peran Asyik Para Ibu
pixabay.com

Meski perempuan memiliki fisik yang lemah serta karakter lemah lembut, namun perempuan memiliki peranan dan potensi besar untuk mencetak generasi masa depan bangsa. Itu dengan tegas dikatakan sosiolog asal UIN Sunan Ampel Surabaya Idatul Maya saat dialog bertema peran perempuan sebagai pilar peradaban bangsa.

Diskusi itu diadakan Ikatan Mahasiswa Gresik UIN Sunan Ampel Surabaya (Imagres UINSA), Rabu (25/4/2018). Acara yang dihelat pukul 19.30–21.30 bertempat di musala Al Ikhlas, Jalan Jemur Wonosari Surabaya itu dimeriahkan penampilan seni albanjari.

Maya yang juga aktivis perempuan di Komunitas Saya Perempuan Anti Korupsi Jatim mengupas tema keteladanan yang terinspirasi kisah Masyithah, pelayan kerajaan yang sangat beriman kepada Allah. Demi mempertahankan keimanan, ia dan keluarganya harus mendapat hukuman mati dengan dimasukkan ke lubang tembaga yang sangat panas.

Maya menggambarkan beberapa peran perempuan. Hal mendasar dimulai dari perempuan sebagai seorang anak yang harus bisa menjaga tradisi, tetap rendah hati membantu pekerjaan rumah tangga.

Perempuan sebagai istri dan ibu adalah perhiasan bagi suami dan harus menjaga kehormatan keluarga. Di sisi lain, perempuan harus menyadari peranannya sebagai guru tempat anak pertama belajar serta harus menanamkan akidah dan karakter anak.

“Selanjutnya, peran penting di masyarakat menuntut perempuan mampu bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungan. Ia harus mampu menjadi inspirasi bagi sesamanya. Bukan tak mungkin perempuanlah sumber perubahan bagi lingkungan dan masyarakat,” kata Maya di depan peserta yang juga diikuti beberapa organisasi mahasiswa daerah serta komunitas terkait di UINSA.

Menutup materinya, Maya menularkan virus Kartini masa kini dengan wujud yang baru dan semangat yang lebih kuat. Semua perempuan dapat menjadi generasi Kartini yang membawa perubahan lebih baik bagi bangsa.

“Mulailah melakukan perubahan dari diri sendiri. Jangan menunjuk orang lain. Saatnya saya berubah dan menciptakan perubahan demi masa depan bangsa yang bermartabat,” tuturnya.

Beberapa tips dibagikan agar pesan Kartini kekinian bisa terwujud. Perempuan harus berpendidikan dan mutlak menyadari potensi dirinya. Perempuan yang mampu menjadi partner bagi laki-laki dan harus menjadi sosok berkualitas.

Abu Rizal
Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved