Selasa, 21 April 2026

Berita Surabaya

Tiga Film SMK Dr Soetomo Surabaya Masuk FFS

3 film pendek karya siswa SMK Dr Soetomo Surabaya masuk dalam Festival Film Surabaya (FFS)

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Eben Haezer Panca
surabaya.tribunnews.com/sulvi sofiana
Siswa yang menyutradai dua film pendek didampingi wakil kepala sekolah menunjukkan poster film yang akan ditayangkan dalam FFS, Kamis (26/4/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Tiga film pendek karya siswa SMK Dr Soetomo Surabaya masuk dalam Festival Film Surabaya (FFS) yang dimulai Jumat (27/4/2018) hingga Minggu (29/4/2018).

Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMK Dr Soetomo Surabaya, Supardi mengatakan, dari 11 film yang diikutkan, tiga film pendek yang berjudul The Box, Duel Viral dan Monokrom ibu itu yang masuk FFS.

"Ada 11 karya yang diikutikan FFS. Memang kelas 12 diwajibkan punya karya dan oleh pembimbing ternyata diikutkan FFS namun hanya tiga saja yang lolos," ujar Supardi pada SURYA.co.id, Kamis (26/4/2018).

Kewajiban memiliki karya sendiri itu untuk memotivasi siswa agar memberanikan diri dan mencoba. Sebab, jika tidak ada keberanian, sambung dia, maka tidak akan mencapai keberhasilan.

Sutradara The Box, Setya Wisnu Pradana Putra menjelaskan, film garapannya bercerita tentang seorang anak yang ingin mengubah mental seorang pengemis yang masih muda agar berusaha lagi dan tidak mengharapkan belas kasihan orang.

"Seorang anak itu memberikan sebuah kotak yang berisi semir sepatu kepada si pengemis dengan tujuan agar dia mau berusaha lagi," ujarnya.

Setya mengatakan selama proses penggarapan film berdurasi enam menit, ia menghabiskan waktu satu bulan mengeditnya.

Sementara pengambilan gambar dengan melibatkan teman sekelas hanya membutuhkan waktu seharian.

"Kendalanya lebih pada perlengkapan terdapat kendala pada pencahaan dan audio. Selain itu sempat terkendala kamera namun bisa diselesaikan dengan meminjam sekolah dan tempat magang,"ujarnya.

Sutradara film Duel Viral, Aditya Yudha Islamic mengatakan filmnya bercerita tentang sesama teman yang saling beradu untuk menjadi viral di media sosial. Saat yang satu kalah, maka minumannya akan dikasih ke teman yang lainnya.

"Produksinya memakan waktu sebulan. Untuk narasinya saya pakai dan membuat sendiri. Sementara durasi film ini 4.20 menit,"lanjutnya.

Pembimbing film SMK Dr Soetomo, Ashari mengemukakan, total ada 309 dari kota Surabaya, Lampung, Denpasar, Depok, Bandung, Aceh, Payakumbuh, Klaten dan Boyolali yang masuk FFS. Film itu dikurasi pada tanggal 14-16 April. Dari 309 karya itu nantinya ada 44 yang akan "discreening".

"Nantinya film itu akan dinilai oleh juri yakni Enggong Supardi dan Sol Amrida. Panitia hanya membantu juri kurasi," ujarnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved