Berita Surabaya
Miris! 11 Orang di Jawa Timur Tewas Karena Miras
Jumlah orang meninggal dunia karena menenggak miras terus bertambah. Di Jatim, jumlahnya sudah mencapai 11 orang.
Penulis: Fatkhul Alami | Editor: Eben Haezer Panca
SURYA.co.id | SURABAYA - Dampak minuman keras di Jawa Timur kian mengkhawatirkan. Saat ini, sejak 19 April 2018, berdarskan catatan IGD RSUD Dr Soetomo, Surabaya, terhitung sudah ada 22 pasien dirawat karena miras.
Dari jumlah itu, delapan orang di antaranya meninggal dunia, sementara tiga orang lainnya sudah diperbolehkan pulang.
“Terakhir, ada dua pasien yang meninggal pada Selasa (24/4/2018) malam,” sebut dr Pesta Parulian, Humas RSUD Dr Soetomo menjawab Surya.co,id, Rabu (25/4/2018) malam.
Kini RSUD Dr Soetomo masih terus merawat para korban akibat miras. Bahkan, ada dua pasien baru korban miras yang masuk ke IGD rmah sakit terbesar di wilayah Indonesia Timur ini.
Mereka sama-sama berasal dari Pacarkeling, Surabaya.
“Mereka berdua masuk ke IGD tadi sore (Rabu, 25/4/2018) pukul 15.30 WIB. Kami sudah melakukan observasi, tapi masih dalam perawatan,” jelas Pesta.
Selain dua warga Pacarkeling ini, lanjut Pesta, ada dua pesien lain atas nama Eko dan Robi yang masih dalam perawatan di IRD. Mereka masih terus dipantau oleh dokter.
Selain 8 orang yang meningal akibat miras di RS Dr Soetomo, tiga warga Pacarkeling Surabaya juga tewas setelah menenggak miras oplosan, Minggu (22/4/2018).
Dengan demikian, jumlah korban meninggal akibat miras, tercatat sebanyak 11 orang.
Ketiga orang itu adalah Pramuji Arianto (49), Wahyudi (52) dan Samsul Hidayat (38).
Selain 11 orang yang meninggal sia-sia setlah menenggak miras, kabarnya juga ada korban lainnya di RS di Surabaya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/penghancuran-miras_20180425_184925.jpg)