Berita Surabaya

Pembunuhan Kedurus Surabaya, Adik Korban Sempat Dicurhati Tersangka, Begini Katanya

Di situ dia sedikit heran karena wajah Desy tak menunjukkan raut wajah seperti seorang istri yang baru saja kehilangan suami yang dicintainya.

Pembunuhan Kedurus Surabaya, Adik Korban Sempat Dicurhati Tersangka, Begini Katanya
surya/pipit maulidiya
Verlin Kristinawati (34), kakak kandung Fendik, usai menyaksikan reka adegan pembunuhan adik kandungnya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sebelum membunuh sang suami, Desy Ayu Indriani (26) warga Sawah Gede 1, Kedurus, Karang Pilang Surabaya, sempat curhat kepada kakak kandung korban, Verlin Kristinawati (34).

Desy menceritakan bahwa suaminya, Fendik Tri Oktasari (27), sepertinya tengah berselingkuh dengan wanita lain.

Namun Desy tidak menceritakan dengan jelas, bahwa dia sebenarnya sudah memergoki sang suami selingkuh.

"Sekitar dua minggu sebelum kejadian, Desy ngomong curiga Fendik selingkuh. Tapi di situ masih ditutupi nggak blak-blakan ngomongnya, padahal dia sudah tahu. Nah kami tidak tahu Fendik selingkuh, tahunya dia banyak utang. Kalau tahu mungkin kami bisa menengahi," kata Verlin Kristinawati (34), Selasa (24/4/2018) saat ditemui di Polsek Karang Pilang.

Mengetahui adiknya meninggl dunia, Verlin yang tinggal di Sidoarjo pun segera ke rumah Desy, Karang Pilang. Tiba di lokasi, dia sempat pingsan. Saat itu Verlin mendapati Desy tidak ada di rumah.

"Sampai saya sedikit marah, Desy ini ke mana sih? Suaminya mau dikubur kok dia tidak ada, apa tidak ingin melihat jenazah suami untuk terakhir kalinya. Ternyata dia ada di di Polsek Karang Pilang," kisahnya.

Verlin menceritakan satu hari setelah adiknya meninggal, Sabtu (24/3/2018) dia masih sempat menjenguk Desy di Polsek Karang Pilang. Dia menanyakan kepada Desy apa tidak ingin melihat makam sang suami.

Di situ dia sedikit heran karena wajah Desy tak menunjukkan raut wajah seperti seorang istri yang baru saja kehilangan suami yang dicintainya.

"Minggu (25/3/2018) besoknya saya datang lagi bawa sarapan. Saya memang tidak ada pikiran sama sekali si Desy ini yang membunuh adik saya. Dia sudah saya anggap adik sendiri. Di situ Desy memeluk saya dan menangis, bilang 'mbak sepurane mbak, aku royoan HP sama dia (korban) terus dia kesetrum'' (kak maaf kak, aku berebut ponsel sama dia (korban), terus dia kesetrum)," kisah Verlin ulang.

Mendengar ungkapan Desy tersebut, Verlin pun curiga. Dia sedikit marah kepada Desy kok bicaranya plin-plan. Dia pun menyampaikan hal itu langsung kepada Kanit Kapolsek Karang Pilang.

"Mendengar itu saya marah. Loh Des, Fendik iki mati bunuh diri atau kesetrum? Endi sing benar? Setelah saya lapor Kanit, saya disuruh pulang," ungkapnya.

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved