Citizen Reporter

Adu Cepat Bersihkan Ranu Pani

Ranu Pani, kawasan asri yang banyak didatangi pendaki Semeru, ditutupi tanaman air. Jika tidak segera dibersihkan, danau akan tertutup seluruhnya.

Adu Cepat Bersihkan Ranu Pani
ist

Hari Bumi diselenggarakan di seluruh dunia pada tangga 22 April. Tujuannya yakni memberikan dampak signifikan dalam menjaga bumi ini dengan kegiatan-kegiatan positif pro bumi. Kegiatan ini juga seiring dengan budaya Trihitakarana yakni menjaga alam.

Terkait dengan kebudayaan Trihitakarana (Suku Tengger), tiga mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM), akan menelisik uniknya perlakuan Suku Tengger terhadap Tuhan, sesama, dan alam.

Reva Fadul Allah Dian Presilia, Najatul Ubadati, dan Fitra Arief Syaviar, mahasiswa UM, meneliti budaya yang selama ini diterapkan Suku Tengger tepatnya pada area Ranu Pani, Lumajang, dan akan mengangkat bagaimana budaya itu berkembang untuk menjaga (konservasi) Ranu Pani.

Mereka tergabung dalam Tim Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian Sosial Humaniora (PKM-PSH).
“Penelitian ini dibiayai Kemenristek Dikti,” kata Reva Fadul, Ketua Tim PKM-PSH.

Trihitakarana merupakan budaya yang diterapkan masyarakat Hindu mulai dari Kerajaan Majapahit hingga masyarakat Hindu zaman sekarang. Budaya itu menunjukkan apabila manusia melakukan sesuatu apakah itu hal baik ataupun buruk pasti akan mendapat balasan.

Maka dari itu, apabila manusia baik terhadap sesama dan lingkungan, pasti akan baik pula terhadap Tuhan.

Saat Tim Trihitakarana observasi di Ranu Pani, mereka didampingi Andi Gondrong dari komunitas @PawonPani, Minggu (22/4/2018). Andi yang menjadi Koordinator Pawon Pani menyebutkan, sekitar 4 hektare dari total 7 hektare danau itu telah ditutupi gambas (sebutan warga lokal terhadap Salvinia), yang disebut juga ambang-ambang, tumbuhan sejenis eceng gondok.

“Jika tidak cepat ditanggulangi, seluruh danau akan tertutupi. Maka dari itu kami tergerak untuk menjaga danau ini,” kata Andi.

Sejalan dengan Hari Bumi, maka Tim Trihitakarana pun ikut membersihkan Ranu Pani. Diharapkan dengan peran serta Tim Trihitakarana dan Pawon Pani beserta masyarakat Ranu Pani, akan tercipta keberlangsungan hidup yang sejalan dengan Trihitakarana.

Untuk mendokumentasi kegiatan, mereka membuat akun Instagram @trihitakaranatengger. Segala yang dikerjakan disebarkan di sana sehingga netizen pun dapat ikut mendukung Program Kreativitas Mahasiswa ini. Selamat Hari Bumi!

Fitra Arief Syaviar
Mahasiswa Geografi
Universitas Negeri Malang

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved