Berita Pasuruan

102 Pelajar SMP di Kota Pasuruan Masih Ujian Pakai Kertas

Di Kota Pasuruan masih ada sekolah yang belum bisa menggelar UNBK karena problem sarana. 102 siswa masih ujian pakai kertas.

102 Pelajar SMP di Kota Pasuruan Masih Ujian Pakai Kertas
surabaya.tribunnews.com/galih lintartika
Wali Kota Pasuruan, Setiyono dan Kepala Dispendukcapil Kota Pasuruan Suharyanto saat melakukan monitoring UNBK di Kota Pasuruan, Senin (23/4/2018). 

SURYA.co.id | PASURUAN - Di saat semua siswa - siswi SMP/MTS sudah mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), masih ada 102 pelajar di Kota Pasuruan yang masih mengikuti Unian Nasional Kertas dan Pensil (UNPK), Senin (23/4/2018).

Jumlah siswa yang masih UNPK ini sebanyak tiga persen dari jumlah keseluruhan peserta yang sudah mengikuti UNBK sebanyak 3.602 dari SMP/MTS se-Kota Pasuruan.

102 pelajar ini berasal dari tujuh lembaga, yaitu SMP Sabiluth Thoyyib, SMP 1949, SMP Bahtera Indonesia, SMP Darul Ulum, SMP Pancasila dan SMP Roudhotul Hasanah.

Seluruh sekolah tersebut belum bisa melaksanakan UNBK lantaran tidak memiliki komputer dengan jumlah yang mencukupi.

"Kami menyerahkan sepenuhnya kepada masing-masing sekolah. Apakah sudah bisa menggelar UNBK atau belum. Kalaupun belum bisa tahun ini, ya mudah-mudahan tahun depan. Toh tidak ada perbedaan yang berarti antara UNBK atau UNPK, " kata Wali Kota Pasuruan, Setiyono di sela-sela monitoring UNAS.

Dikatakan dia, naskah UNBK dan UNPK tidak ada perbedaan.Yang beda hanya sarpras nya saja. Satunya pakai komputer dan satunya menggunakan pulpen dan kertas.

"Untuk pelaksanaan UNPK, masing-masing sekolah mengambil naskah Unas di Polres Pasuruan Kota dan dikawal oleh kepolisian. Pelaksanaan di sekolahnya masing-masing," terangnya.

Dalam sidaknya kali ini, Setiyono memastikan tidak ada kendala yang dihadapi sekolah, mulai dari jaringan internet yang trouble hingga kertas yang kurang atau soal yang kosong.

"Alhamdulillah semuanya berjalan lancar. Tidak ada siswa yang absen. Semuanya masuk. Komputer maupun naskah ujian tidak ada masalah," terangnya.

Suharyanto, Kepala Dispendik Kota Pasuruan menambahkan , khusus untuk UNBK, ternyata ada lembaga SMP yang masih menumpang di sekolah lain. Di Kota Pasuruan, total ada 19 SMP/Mts negeri/swasta yang menggunakan SMP lain sebagai tempat berlangsungnya ujian. Bahkan, tak sedikit pula yang menumpang di SMK maupun MA.

"Kalau pas saya tanya siapkah melaksanakan UNBK, semuanya menjawab siap. Tapi ketika saya tanyai siap sarprasnya, mereka belum siap. Ya sudah kami persilakan untuk menggunakan sekolah lain yang punya lab dan komputer yang memadai. Mudah - mudahan tahun depan, semua sekolah sudah punya lab yang memadai. Ini sedang kami upayakan, " katanya. 

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved