Single Focus

2 Tahun Bisnis Jastip, Aldo Punya Banyak Gudang di Berbagai Negara

Dua tahun mengelola jasa titip alias Jastip, Aldo kini memiliki banyak gudang penyimpanan di berbagai negara. Ini kisahnya

2 Tahun Bisnis Jastip, Aldo Punya Banyak Gudang di Berbagai Negara
ist
Ruang kerja Gumsoleid yang dipenuhi oleh pesanan customer. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Berawal dari membantu kerabatnya mendapatkan barang yang tidak dijual di Indonesia, Aldo Mahaginta kini kukuh menjalankan bisnis jastip (jasa titip) sejak 2 tahun silam.

Ia melihat peluang menjanjikan dengan memenuhi order barang impor.

Ia mengungkapkan, sebenarnya semua orang bisa order barang ke luar negeri. Hanya saja, untuk mengurus pajak dan surat API (Angka Pengenal Importir-Red) yang bikin ribet.

Karena pedagang dan toko di Amerika tidak melayani pengiriman langsung ke Indonesia, Aldo pun menyediakan gudang untuk mengatasi masalah itu.

"Jika para penjual dan toko kirim langsung ke Indo, biayanya akan mahal. Gudang berfungsi untuk menumpuk barang-barang orderan customer, yang akan dikirim bersamaan. Ongkos kirim lebih murah, ngurusnya pun enak," terangnya.

Perbedaan harga pengiriman dari AS langsung ke Indonesia, perkilogramnya bisa mencapai Rp 800 ribu. Jika memakai jasa penyimpanan bisa turun banyak.

"Memakai jasa gudang bisa turun jadi Rp 400 ribu perkilogram. Customer juga lebih murah bayar ongkos kirimnya," ujar pria asli Tulungagung ini.

Saat ini, Aldo mempunyai empat gudang penyimpanan di berbagai negara, seperti, Amerika, Jepang, China, dan Hongkong.

"Saya mengembangkan jaringan tempat penyimpanan di Inggris. Tetapi masih proses," katanya.

Customer membayar jasa order impor ke Aldo sekitar Rp 500.000-700.000 tergantung berat barang. Biasanya bayar sekitar itu. Itu sudah mencakup pengurusan dokumen, pajak, dan ongkos kirim," rinci Aldo.

Halaman
12
Penulis: Danendra Kusumawardana
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved