Berita Olahraga

Azrul Ananda : Tanjakan Bromo Via Wonokitri Punya Karakter Unik!

Azrul Ananda mengatakan, tanjakan Bromo via Wonokitri , Pasuruan ini sangat tinggi sekali.

Azrul Ananda : Tanjakan Bromo Via Wonokitri Punya Karakter Unik!
surya/galih lintartika
Salah satu pembalap kelas race saat membubuhkan tanda tangan sebagai tanda dia hadir dalam acara, Sabtu (21/4/2018). 

SURYA.co.id | PASURUAN - Pimpinan Azrul Ananda School of Suffering (AA SoS) Azrul Ananda mengatakan, tanjakan Bromo via Wonokitri , Pasuruan ini sangat tinggi sekali.

Bagi dia, tanjakan di sini seperti naik haji.

Hal itu disampaikannya saat membuka acara Antangin Bromo KOM Challenge 2018 di halaman GOR Untung Suropati, Kota Pasuruan, Sabtu (21/4/2018) pagi

"Even sepeda menanjak di Bromo ini selalu menjadi perhatian tersendiri bagi para cyclist. Karena even ini selalu dinanti. Tanjakan di sini, menjadi tantangan. Beratnya seperti naik haji," kata dia.

Naik haji yang dimaksud, kata Azrul, adalah untuk bisa sampai ke garis finish dibutuhkan tenaga berlebih, seperti orang naik haji.

Harus berjubel dengan orang dari seluruh penjuru dunia saat menunaikan haji.

Rute Wonokriti ini memiliki karakter yang unik.

Bagi dia, banyak kota di seluruh dunia yang memiliku rute tanjakan.

Namun, Wonokitri ini memiliki rute yang berbeda meski panjangnya hanya 40 kilometer (km).

"Tidak curam, tapi tanjakannya sangat panjang. Ada yang lebih curam dari sini, tapi tanjakannya tidak sepanjang ini. Di sini, pembalap seolah tidak diberi waktu untuk berhenti. Tanjakannya berkelanjutan. Ini istimewa," terangnya.

Dikatakan dia, pihaknya akan terus melakukan even-even serupa di sini.

Ia berterima kasih kepada Pemerintah Kota dan Kabupaten Pasuruan yang memberikan kesempatan untuk bisa bersepeda di sini.

Orang dari luar Pasuruan, dan luar negeri bisa menikmati keistimewaan tanjakan Wonokitri dan keindahan alam Bromo.

"Even ini menjadi ajang silaturahim antar cycling dari seluruh penjuru dunia, dan memberikan wadah bagi cycling yang ingin merasakan sensasi berbeda dalam bersepeda menanjak. Tanjakan tanpa ada hentinya ya di sini," pungkas dia.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved