Lapor Cak

Tak Ada Traffic Light, Lalin di persimpangan Tambang Boyo, Pacar Keling, dan Dukuh Sroko Semrawut

Traffic light di persimpangan Jalan Dukuh Sroko, Tambang Boyo, dan Pacar Keling belum terpasang mengakibatkan lalu lintas di tempat itu semrawut.

Tak Ada Traffic Light, Lalin di persimpangan Tambang Boyo, Pacar Keling, dan Dukuh Sroko Semrawut
surya/mohammad Romadoni
Foto ilustrsi lalu lintas semrawut. 

SURYA.co.id | SURABAYA -  Traffic light di persimpangan Jalan Dukuh Sroko, Tambang Boyo, dan Pacar Keling  belum terpasang. Hal ini mengakibatkan  lalu lintas di tempat itu semrawut.

Para pengendara motor terlihat saling serobot untuk menyeberangi jalan. Penumpukan kendaraan pun terjadi dari arah tambang boyo, karena harus berhenti untuk memberikan jalan pengendara dari Dukuh Sroko.

Tak jarang pengendara dari arah Dukuh Sroko menyebarang jalan dengan kecepatan tinggi, sehingga membuat para pengendara lain menekan pedal rem dalam-dalam. Selang beberapa detik suara klakson peringatan pun terdengar kencang.

Selain itu, para pengendara dari arah tambang boyo dan pacar keling menyeberang untuk melintas ke jalan Dukuh Sroko. Padahal, sudah jelas rambu larangan melintas yang terletak di bawah petunjuk nama jalan sebelah kanan.

volume kendaraan saat itu juga terpantau ramai lancar serta menimbulkan kemacetan saat pengendara hendak menyebrang. Hal ini terjadi lantaran tidak adanya polisi lalu lintas yang berjaga dan juga belum adanya traffic light.

Masalah tidak adanya traffict light di persimpangan tiga jalan tersebut, dikomentari warga bernama Muhammad Kholil, Ia merasa kecewa karena traffic light tidak segera dipasang. "Lalu lintasnya jadi semrawut kalau tidak ada lampu merah," katanya.

Muhammad sapaan akrabnya menambahkan, tak hanya itu saja, dampak dari tidak adanya traffic light yakni menimbulkan kemacetan. "Setiap pagi jam berangkat kerja dan sore sepulang dari kerja selalu macet disini, yang jelas butuh sekali rraffict light agar memecahkan masalah kemacetan," ujar ayah dari dua anak ini.

Pengendara motor bernama Nety Machavika mengatakan hal senada, tidak adanya traffic light menimbulkan penumpukan kendaraan. "Macet sekali karena tidak ada traffic light, apalagi kalau pagi dan sore hari," terang Vika sapaan akrabnya.

Vika berharap, traffic light segera dipasang agar masalah kemacetan bisa teratasi. "Semoga traffic light bisa dipasang secepatnya, karena bahaya juga selain macet banyak pengendara yang menyerobot," imbuhnya.

Warga Jalan Dukuh Sroko bernama Amrozi Johar, merasa jengkel karena masih banyak pengendara yang nekat melawan arah untuk melintas di Jalan Dukuh Sroko. Ia menceritakan pernah tertabrak karena pengendara yang nekat melawan arus tersebut.

"Saya sering tertabrak karena ulah pengendara motor yang melawan arus. Mereka mencari jalan pinta menuju ke Unair A, Mojo dan Dharmahusada dengan melintasi jalan ini. Padahal sudah jelas rambu dilarang melintas terpasang di depan" kata Pria asli Tulungagung ini.

Ia menyarankan, agar rambu dilarang melintas tersebut dipindahkan di sebelah kiri jalan. "Saya saran rambu tersebut dipindah di sebelah kiri jalan, karena yang paling banyak melanggar pengendara dari arah Tambang Boyo. Mereka mungkin tidak melihat rambu itu," pungkasnya.

Berikut videonya:

Penulis: Danendra Kusumawardana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved