Citizen Reporter

Belajar Itu Langsung ke Tepi Sungai

Mengajak anak peduli lingkungan tidak bisa hanya berteori. Ajak saja langsung ke tepi sungai untuk melihat akibat perusakan lingkungan.

Belajar Itu Langsung ke Tepi Sungai
ist

Puluhan siswa kelas VA SD Pembangunan Jaya 2 Sidoarjo berkumpul di sepanjang sungai yang ada di Puri Surya Jaya Sidoarjo, Jumat (13/4/2018). Selama satu jam mereka belajar tentang Kegiatan Manusia yang Memengaruhi Keseimbangan Ekosistem.

Sejak berangkat dari kelas menuju lokasi, anak-anak terihat antusias dan senang. Pada pembelajaran itu mereka diajar Maarten Van De Wetering, mahasiswa Katholieke PABO Zwole Belanda.

Tiba di sungai, Maarten meminta semua siswa berbaris di pinggir sungai. Anak-anak bisa melihat kondisi sungai yang ada. Setelah cukup melihat kondisi sungai, Maarten mengajak anak-anak berkumpul di gazebo yang ada di dekat sungai. Mereka duduk dengan tertib dan konsentrasi mendengarkan penjelasan dari Maarten.

Maarten mengatakan, pengaruh manusia terhadap lingkungan sangat besar. Kegiatan manusia dalam memanfaatkan sumber daya alam bisa mengakibatkan rusaknya ekosistem dan kehidupan di ekosistem itu.

“Beberapa kegiatan manusia yang bisa merusak ekosistem di antaranya penebangan hutan secara liar, penambangan terbuka, penggunaan pupuk dan pestisida kimia secara berlebihan, serta pembuangan sampah atau limbah yang sembarangan,” kata Maarten.

Sungai yang bersih dan jernih membuat ekositem di sungai tidak rusak. Akan tetapi, sungai yang kotor dan banyak sampah, membuat sungai menjadi bau dan sarang penyakit. Akibatnya, ekosistem yang ada di sungai tersebut menjadi rusak.

Oleh karena itu, anak-anak tidak boleh membuang sampah di sungai. Anak-anak juga harus berani mengingatkan kalau ada temannya yang membuang sampah di sungai, imbuhnya.

Darryl Arkanio Rayyan, salah satu siswa senang dengan materi hari itu. “Seru karena belajarnya langsung di sungai sehingga saya tahu dampaknya jika saya membuang sampah atau limbah di sungai,” katanya,.

Menurut Rina Sugiarti, Leader Kesiswaan, pembelajaran kontekstual dan menyenangkan adalah salah satu program unggulan sekolah. Oleh karena itu, dibuat perencanaan pembelajaran yang nyata, kreatif, dan menyenangkan.

“Dengan memanfaatkan lingkungan sekolah dan sekitarnya sebagai media belajar, anak dapat belajar dengan gembira,” kata Rina.

M Solikhan
Penulis dan Pendidik di SD Pembangunan Jaya 2 Sidoarjo

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved