Berita Surabaya

Tak Cuma Orangtua, Melek Gadget pun Diperlukan untuk Anak

Butuh strategi pengasuhan untuk mengatur pola perilaku anak. Bila smartphone semakin pintar, maka orangtua pun harus semakin bijak.

Tak Cuma Orangtua, Melek Gadget pun Diperlukan untuk Anak
surya/sulvi sofiana
Psikolog Anak, Roslina Verauli dalam Citi Parenting Talkshow bertajuk “Didik Anak Jadi Generasi Cerdas Digital” di SDN Ketintang 1, Rabu (18/4/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Studi multi-nasional mengenai tingkat keamanan dunia maya yang dilakukan oleh DQ Institute dan World Economic Forum di 29 negara menunjukkan anak usia 8 sampai 12 tahun di Indonesia berisiko terpapar bahaya siber.

Seperti penindasan di dunia maya (cyberbullying), kecanduan video game, online grooming, sampai dengan pelecehan seksual. Indikasi lainnya adalah 34 persen anak pernah terlibat dalam perilaku seksual online.

Peran aktif seluruh pihak sangat dibutuhkan untuk menyiasati penggunaan teknologi yang dapat berdampak buruk bagi pola perilaku dan kesehatan mental anak-anak.

Psikolog Anak, Roslina Verauli, mengungkapkan teknologi merupakan tantangan dalam mengasuh anak. Untuk itu butuh strategi pengasuhan untuk mengatur pola perilaku anak.

“Orangtua tidak bisa bersikap antipati dan menutup total akses anak terhadap teknologi. Justru anak Anda bisa saja mencari akses teknologi secara diam-diam dan terpapar informasi negatif yang tak diinginkan," ungkapnya dalam Citi Parenting Talkshow bertajuk Didik Anak Jadi Generasi Cerdas Digital di SDN Ketintang 1, Rabu (18/4/2018).

Dikatakannya, bila smartphone semakin pintar, maka orangtua pun harus semakin bijak. Salah satu strategi pengasuhan menggunakan gadget, maka harus mengatur waktu yang tepat dan batasi durasi pemakaian smartphone oleh anak-anak.

"Saat anak mengerjakan PR, ajak mereka untuk mencari materi atau contoh tambahan dari internet. Orangtua terbuka dan positif, maka anak-anak pun dapat berkembang dengan baik bersama kemajuan teknologi,” ungkap Verauli.

Penggunaan teknologi seperti komputer juga harus dibatasi. Jangan berikan kebebasan pada penggunaan teknologi dengan menempatkan komputer atau gadget di ruang privasi anak.

"Menggunakan teknologi itu hiburan pasif, jadi batasi penggunaannya. Anak harus tetap diajak menjadiri hiburan secara aktif,"pungkasnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved