Sabtu, 11 April 2026

Persebaya Surabaya

Berawal dari Cinta dan Hobi, Bonek Asal Madiun Ini Sukses Jadi Bos Merchandise Persebaya

Kinto mengaku, awal mula membuat usahanya ini ketika Persebaya dibekukan oleh PSSI dari situ ide itu muncul.

Penulis: Dya Ayu | Editor: irwan sy
surya/habibur rohman
Suasana toko badjoe doea toedjoeh yang menyediakan bermacam merchandise Persebaya dan persebaya, Senin (16/4/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Berawal dari kecintaanya terhadap Persebaya, Kintoko Adjie, Bonek asal Madiun, sukses membuka peluang usaha melalui jalur hobi mendesain produk pernak-pernik khas Persebaya dan Bonek.

Saat ini, di dalam clotingnya yang diberi nama Toko Badjoe Doea Toedjoeh (TB27) dan bertempat di jantung Kota Surabaya, Jalan Genteng Besar, lebih dari 200 desain kaos telah ia ciptakan.

Tak hanya kaos, Cak Kinto sapaan akrabnya juga menjual jaket, tas, syal dan beberapa barang lainnya. Hasil karyanya sendiri untuk diperjualbelikan secara offline dan online.

Pada Surya.co.id, Kinto mengaku, awal mula membuat usahanya ini ketika Persebaya dibekukan oleh PSSI dari situ ide itu muncul. Agar para pecinta Persebaya tak lupa dan terus mengingatkan akan keberadaan Persebaya meskipun tim kesayangannya tak ikut berlaga.

"Tujuan saya hanya satu saat itu, yakni menghidupkan memori semuanya akan Persebaya, meskipun tim ini saat itu dimatikan paksa oleh PSSI. Selain itu, hasil penjualan kaos kami sisihkan untuk dana perjuangan karena kala itu seluruh Bonek berjuang agar hidupnya kembali tim ini," kata Kintoko Adjie.

Pria lulusan ITS jurusan Elektro tahun 2002 itu menambahkan, dirinya masih ingat betul, desain yang dia buat saat itu ialah bertemakan perjuangan dan perlawanan ke PSSI untuk memberikan semangat berjuang pada Bonek.

"Saat Battle of Heroes di ulang tahun Persebaya Surabaya ke-88 pada 2015, akhirnya kami mulai luncurkan clothing ini, meskipun awalnya kami hanya berjualan secara online. Dan alhamdulilah responnya sangat positif hingga sekarang," ujarnya.

Bukan hal yang mudah untuk menjalankan bisnis ini. Sebelum merambah ke merchandise Persebaya, Kintoko pernah membuat brand di Bandung.

Namun ternyata bekerja sesuai hobi yang disenangi membuatnya sukses hingga kini.

"Sebagai cloting yang terbilang baru ini tentu tak mudah ya. Dulu awal saya sempat buat brand clothing tema umum di Bandung tapi sudah saya tutup. Sekarang setiap bulan kurang lebih ada 30 desain yang kami buat," jelas Cak Kin.

Saat ini, usahanya sudah merambah ke kota-kota luar Surabaya. Meski belum mendirikan toko resmi dan hanya reseller, permintaan hingga luar jawa dan luar negeri.

Selain di Surabaya, ada di Sidoarjo, Jakarta, Pandaan, Bali, dan untuk penjualan online, produk TB27 telah menyebar keseluruh Indonesia.

"Tipsnya, kalau ingin cepat menarik pembeli, untuk online yang terpenting foto produk itu harus yang menarik. Sementara untuk kualitas kaos sendiri, kualitas bahan juga bagus, kualitas sablon juga harus diperhatikan dan desain saya pilih model retro," tuturnya.

Yang lebih membanggakan lagi, ke depannya clothingnya akan bekerjasama dengan Persebaya Store untuk mengembangkan sayap di industri bisnis. Hal ini dilakukan sebagai salah satu wujud kontribusinya untuk tim yang dia cintai.

"Dalam waktu dekat kami juga akan bekerjasama dengan Persebaya Store bersama clothing-clothing lainnya. Ini kami lakukan agar bisa memberikan kontribusi dengan menjalin partnerhship," ungkapnya.

"Nantinya produk kami juga akan dijual di Persebaya Store. Dan harapan saya, semua cloting bertema Persebaya bisa bersinergi. Dan berkontribusi untuk tim," tambahnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved