Single Focus

Terminal Joyoboyo Sepi, Sopir Balik Lagi Jadi Preman

Sopir angkutan umum di Surabaya kian tercekik keadaan. Malahan, ada yang terang-terangan ngaku balik jadi preman.

Terminal Joyoboyo Sepi, Sopir Balik Lagi Jadi Preman
surabaya.tribunnews.com/ahmad zaimul haq
Sopir menunggu giliran untuk mengambil penumpang dengan tidur di Terminal Joyoboyo, Rabu (11/4). Menurut sejumlah sopir, terminal Joyoboyo, makin hari kondisinya makin sepi ditinggalkan penumpang. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sukardi (50), sopir angkutan umum lyn V, tak kunjung berangkat meninggalkan Terminal Joyoboyo, Surabaya Minggu (15/4) siang. Padahal, ia sudah berangkat dari rumah sejak Sabtu (14/4) pagi.

Ini karena ia harus antre dengan sopir lyn V lainnya yang juga menunggu penumpang. 

"Dari kemarin belum narik sampai sekarang, nunggu antrean. Sepi, nggak kayak dulu. Penumpang sudah naik transportasi online, sekarang ada lagi naik bis bayar pakai sampah," ujar Sukardi, dengan nada kesal.

Menurutnya, kedatangan Suroboyo Bus yang melintas jalur tengah kota, membuat penumpang angkutan lyn V semakin sepi.

Ia merasa bersaing dengan Suroboyo Bus karena sama-sama melintasi Jalan Raya Darmo, Urip Sumaharjo, Basuki Rachmat, dan Gubernur Suryo.

"Para penumpang tentu lebih memilih naik Suroboyo Bus, ketimbang naik angkutan umum. Lah sudah gratis bayar pakai sampah, busnya dingin, baru lagi. Kami ini merasa dicekik dengan kondisi ini," ungkapnya serius.

Sukardi mengaku tak habis pikir dengan rencana Pemkot Surabaya yang menghadirkan armada baru.

"Ya bingung saja, kok tega sekali. Kalau ngomong soal armada, yang tersedia di Joyoboyo ini banyak sekali, 200 angkutan. Tetapi nggak ada yang naik, sopir angkutan yang dulunya tobat dari preman jadi supir, karena nggak narik ya balik preman lagi," paparnya.

Tidak hanya Sukardi, Sudarmaji, sopir lyn U, juga mengungkapkan hal senada.

Sepinya Terminal Joyoboyo saat ini, benar-benar ia rasakan. Setidaknya, ia harus menunggu cukup lama untuk mendapatkan enam penumpang.

Halaman
12
Penulis: Danendra Kusumawardana
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved