Pilkada 2018

Pilkada Rawan Korupsi, Ini yang Dilakukan KPK di Surabaya

Menurut Basaria, masyarakat saat ini sudah dewasa dalam menentukan pilihan. Masyarakat memilih bukan karena uang, namun program kerja.

Pilkada Rawan Korupsi, Ini yang Dilakukan KPK di Surabaya
surya/bobby constantine koloway
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Basaria Panjaitan menjadi keynote speaker pada acara Pembekalan Antikorupsi dan Deklarasi LHKPN Pasangan Calon Kepala Daerah se-Jawa Timur, Kamis (12/4/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Basaria Panjaitan, menjadi keynote speaker pada acara Pembekalan Antikorupsi dan Deklarasi LHKPN Pasangan Calon Kepala Daerah se-Jawa Timur, Kamis (12/4/2018).

Berlangsung di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, acara ini diikuti oleh seluruh calon kepala daerah, baik untuk tingkat provinsi maupun tingkat kabupaten maupun kota. Hadir pula Menteri Dalam Negeri, Tjahyo Kumolo.

Pada penjelasannya, Basaria menyoroti beberapa penyebab seorang kepala daerah melakukan korupsi. Satu di antaranya adalah mahalnya biaya pilkada.

"Biasanya kami memberikan pembekalan bagi kandidat yang sudah terpilih. Namun, sekarang dimulai dari yang masih menjadi calon. Sebab, hasil analisa kami banyak sekali yang masuk ranah korupsi sudah dimulai dari pilkada," urai Basaria mengawali sambutannya.

Ia mencontohkan dengan masih banyaknya calon kepala daerah yang tertangkap. Terutama, bagi para calon dari petahana.

"Oleh karenanya, kami mengutamakan upaya pencegahan ketimbang penindakan," urainya.

Basaria mengungkapkan biaya politik yang mahal. Untuk pilwalkot atau pilbub, bisa mencapai Rp20-30 miliar.

"Sementara untuk Calon Gubernur harus menyiapkan sampai ratusan miliar," urainya.

Mahalnya biaya tersebut berbanding terbalik dengan hasil yang diperoleh oleh kepala daerah.

"Berdasar data kami, rataan hasilnya cuma sekitar Rp7-8 miliar untuk kepala daerah di kabupaten dan kota. Sehingga, untuk mencalonkan lagi bagi para petahana masih ada yang kurang," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved