Berita Surabaya

VIDEO - Ini Alasan API Jatim Laporkan Sukmawati Sukarnoputri ke Polda Jatim

Asosiasi Pembela Islam (API) Jatim melaporkan Sukmawati Sukarnoputri ke Polda Jatim. Mereka beralasan ini.

VIDEO - Ini Alasan API Jatim Laporkan Sukmawati Sukarnoputri ke Polda Jatim
surya/fatkhul alamy
Perwakilan API Jatim saat mendatangi SPKT Polda Jatim untuk melaporkan Sukmawati Sukarnoputri, Selasa (10/4/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Asosiasi Pembela Islam (API) Jatim melaporkan Sukmawati Sukarnoputri ke Polda Jatim, Selasa (10/4/2018) siang.

API Jatim menilai Sukmawati lewat puisi "Ibu Indonesia" yang dibacanya melukai umat muslim.

Koordinator API Jatim, Habib Mahdi Al Habsi mengatakan, apa yang sudah dilakukan Sukmawati melalui pembacaan puisinya itu sudah menghina umat Islam.

Habib Mahdi menuturkan, sebagai umat Islam merasa terluka dan gerakan yang dilakukan melaporkannya ke Polda Jatim ini.

"Bu Sukma (Sukmawati) sudah melukai kami melalui puisi. Kalau sudah demikian, apa kami tidak boleh protes dan melapor ke polisi," sebut Habib Mahdi saat ditemui di halaman Sentra Pelayanan Kepolisian (SPKT) Polda Jatim, Selasa (10/4/2018).

Baca: BREAKING NEWS - Asosiasi Pembela Islam Laporkan Sukmawati Sukarnoputri ke Polda Jatim

Hanib Mahdi menuturkan, langkah hukum melaporkan ke polisi ini sebagai penguat atas laporan yang sudah dilakukan ormas lainnya di Indonesia.

"Saya juga membawa CD isi video tekaman saat Sukma membaca puisi. Ini sebagai barang bukti dan diserahkan ke polisi," terang Habib Mahdi.

Dia mengakui, Sukmawati memang sudah meminta maaf ke publik atas apa yang dilakukan.
Namun, API Jatim tetap meminta proses hukum tetap berlanjut.

"Benar, sudah minta maaf. Tapi itu tak bisa menghilangkan atau menggugurkan pidana, jadi harus ditindaklanjuti," tutur Habib Mahdi.

M Ikhwan Taun Kota, selaku kuasa hukum API Jatim menambahkan, pihaknya tetap mengambil langkah hukum atas puisi yang dibacakan Sukmawati.

Polisi harus mengusut dan menangani hingga tintas.

"Ibu Sukmawati sudah minta maaf, tapi tetap tak bisa gugur pidananya," jelas Ikhwan.

Ikhwan meminta, polisi harus serius dan melakukan tindakan terhadap Sukmawati.

"Kami akan mengawal soal ini, kalau tidak ada tindakan maka akan ada aksi massa besar," cetus Ikhwan.

Penulis: Fatkhul Alami
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved