Berita Surabaya

Siswa SMKN 6 Surabaya Ikuti Sertifikasi Tingkat Nasional

Untuk mendongkrak kapasitasnya setelah lulus, para siswa SMKN 6 Surabaya mengikuti sertifikasi tingkat nasional.

Siswa SMKN 6 Surabaya Ikuti Sertifikasi Tingkat Nasional
surabaya.tribunnews.com/ahmad zaimul haq
Siswa SMKN 6 Surabaya saat mengikuti ujian yang diadakan Lembaga Sertifikasi Profesi sebagai syarat kelulusan, Selasa (10/4/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Uji Kompetensi Keahlian (UKK) menjadi salah satu nilai tambah siswa SMK untuk terjun di dunia usaha. Tak hanya UKK, pihak sekolah juga menyediakan uji sertifikasi melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang mengeluarkan sertifikat pendamping ijazah berstandar nasional.

Kepala SMKN 6 Surabaya, Siti Rochanah mengungkapkan, pelaksanaan uji kompetensi di sekolahnya terbagi menjadi dua. Yaitu melalui LSP dan UKK. Siswa yang nemiliki nilai tinggi selama sekolah diizinkan mengikuti LSP. Sedangkan sisanya bisa mengikuti UKK.

"Kedua jenis ujian ini melibatkan dunia usaha untuk menguji. Hanya saja untuk LSP kalau lulus ada sertifikat dengan cap burung garuda standar nasional. Ini punya nilai tambah di dunia usaha,"ujarnya pada SURYA.co.id, Selasa (10/4/2018).

Tahun ini 747 siswa kelas XII mengikuti UKK dan LSP. Nilai dari sertifikasi ini nantinya akan dikonversi menjadi nilai ketrampilan sebagai syarat kelulusan.

"Ujian sertifikasi ini sudah menjadi himbauan dari Dinas Pendidikan, karena akan membantu siswa mendapat pekerjaan kalaupun tidak melanjutkan pendidikan tinggi,"urainya.

Sejumlah jurusan yang diadakan uji sertifikasi diantara Tata Boga, pattiseri, Tata Busana, Perhotelan, dan kecantikan.

Sabrina Aulia Ilahi, siswa jurusan Tata Busana mengungkapkan sangat senang bisa mengikuti ujian sertifikasi LSP. Sebab, ujiannya tidak main-main seperti ujian praktek sehari-hari. Sehingga hasilnya akan lebih memuaskan dan terjamin.

"Awalnya saya grogi takut nggak selesai sesuai target. Tetapi alhamdulillah saya bisa menyelesaikan target yang saya tentukan. Ujiannya untuk hari ini sudah selesai tadi dari jam 15.00, tinggal besok (11/4/2018) hari terakhir untuk penyelesaian secara keseluruhan," ungkap gadis yang ingin melanjutkan ke Tata Busana Universitas Negeri Surabaya ini.

Untuk uji sertifikasi ini Sabrina memakai hiasan brokat yang letakkan pada bagian kerah Blouse yang dibuatnya. Hal ini menjadi nilai tambah selain standar Blouse berwarna hijau yang ditentukan asesor.

"Selama tadi ujian lumayan banyak kesulitan sekaligus tantangan sih, kayak mesin obrasnya mendadak nggak bisa di pakai. Terus harus nunggu sambil ngerjain pekerjaan lainnya, belum lagi salah jahit jadi mendedel dan jahit ulang, tapi ya allhamdulilah tadi bisa ngatasi kesulitannya,"pungkasnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved