Berita Surabaya

Tak Peduli E-Tilang Mandek, Pemkot malah Tambah 15 Unit CCTV , padahal 1 Unit Harganya segini 

Meski E Tilang CCTV dihentikan sementera, namun Kota Surabaya tetap menambah kamera intai.

Tak Peduli E-Tilang Mandek, Pemkot malah Tambah 15 Unit CCTV , padahal 1 Unit Harganya segini 
SURYA Online/Fatimatuz Zahro
Petugas Surabaya Intelegent Transport System (SITS) sedang menunjukkan teknis pemantauan pelanggaran menggunakan CCTV untuk penerapan E-Tilang di Bratang. 

SURYA.co.id |  SURABAYA - Meski E Tilang CCTV dihentikan sementera, namun Kota Surabaya tetap menambah kamera intai yang bisa langsung meng-capture pelanggar. Tahun ini ada 15 CCTV untuk kepentingan E-Tilang. 

Kabid Lalu Lintas Dishub Kota Surabaya Joko Supriyanto menuturkan pihaknya tetap terus menciptakan budaya berperilaku tertib.  

"Caranya ya dengan memasang CCTV ini. Sebanyak 15 CCTV kami pasang tahun ini," kata Joko, Senin (9/4/2018).

Belasan CCTV ini sama persis dengan 4 CCTV yang selama ini menjadi alat bantu E-Tilang. Perangkat kamera intai itu bisa langsung menyensor nopol pelanggar. Namun alat ini belum bisa mendeteksi apakah pelanggar itu motor atau mobil.

Joko mengaku tak terpengaruh dengan proses evaluasi E-Tilang CCTV yang sedang dilakukan. Salah satunya tilang dengan hasil capture CCTV belum bisa sepenuhnya ditetapkan. Sebab hasil rekaman tekonologi itu bekum bisa dijadikan alat bukti pelanggaran. 

Kecuali polisi menangkap sendiri pelanggar dan saat itu juga langsung ditilang.

"Bukan tilang konteks utamanya. Tapi mengajak masyarakat kita tidak melanggar," kata Joko. 

Ke-15 belas CCTV untuk tujuan E Tilang ini akan dipasang di titik-titik yang potensial tingkat pelanggaran tinggi. Kemudian tingkat kepadatan lalu lintas juga tinggi. Kedua titik akan dipasangi CCTV dari dua arah sekaligus.

Joko belum menyebut rinci titik-titik baru yang akan dipasangi CCTV sistem E-Tilang. Namun, di antara titik yang akan dipasangi CCTV seharga paling murah Rp 150 juta per unit ini adalah Perempatan Jemursari dan Paniang Jiwo.

 "Tidak hanya dua titik itu. Banyak titik lagi yang tahun ini akan kami Pasangi semua CCTV untuk E Tilang. Jadi ada atau tidak ada E Tilang kota ini akan terpasangi CCTV," kata Joko.

 Joko menyebut bahwa ada kecenderungan tingkat pelanggaran tinggi bukan nopol dalam kota Surabaya. Nopol di luar L tercatat lebih banyak melanggar lampu merah dan marka batas jalan. 

Sementara itu, mantan Kepala Kejaksaan Nageri Surabaya Didik Farhan yang kini menjabat Kasi Pidaus Kejaksaan Tinggi Jatim mengakui bahwa perlu penempurnaan regulasi. 

"Yang paling repot, ternyata saat tilang diantar kendaraan sudah dijual. Tapi yang kena tilang pemilik lama yang tak lagi memakai kendaraannya. Jadi sekarang tengah dievakuasi," kata Didik.  

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved