Single Focus

Tertib Lalu Lintas ala Komunitas Versus, Anggota Melanggar Ada Sanksi Admin dan Fisik

omunitas motor Verza Surabaya Solidarity (Versus) tak hanya lihai berkendara di jalanan.

Tertib Lalu Lintas ala Komunitas Versus, Anggota Melanggar Ada Sanksi Admin dan Fisik
surya/danendra kusumawardana
Komunitas Versus rutin menggelar kopi darat setiap Sabtu malam. 

KOMUNITAS motor Verza Surabaya Solidarity (Versus) tak hanya lihai berkendara di jalanan. Tetapi, setiap anggotanya paham teori dan praktik tertib berlalu lintas. "Bikers hidupnya kan di jalan raya, tentu untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan saat berkendara," ujar Ferry Adityas selaku Ketua Umum Versus.

Menurut Ferry, bekal defensive riding akan diberikan kepada anggota, setiap diklat anggota baru, touring maupun saat kopdar (kopi darat), Tujuannya, untuk menekan angka kecelakaan.

"Setiap kopdar kami menyempatkan untuk membuat obrolan tentang tertib berlalu lintas," terangnya.

Materi defensive riding yang diberikan pada anggotanya, pengenalan rambu-rambu lalu lintas, marka jalan dan gymkhana. Gymkhana sendiri diantaranya meliputi teknik slalom dan aeroplane.

"Ilmu defensive riding didapat dari edukasi yang diberikan pihak kepolisian. Setelah itu di-share ke anggota komunitas Versus," papar Ferry, yang mengaku rutin mengikuti edukasi defensive riding.'

Komunitas Versus sangat ketat memberlakukan aturan defensive riding kepada anggotanya. Setiap ada anggota yang melanggar rambu lalu lintas dan marka jalan akan dikenai hukuman.

"Jika member melanggar lalu lintas, seperti marka dan stop line, akan dikenakan hukuman, ada sanksi administratif dan fisik, seperti push up shit up, nuntun motor dari sebelah kanan dengan jarak 100 meter," urai Ferry.

Namun, ia tak serta merta memberi hukuman kepada anggota yang melanggar aturan berkendara.

"Harus disertakan bukti foto, jam, dan kapan member Versus melanggar. Jika ada bukti, sanksi akan dikenakan minggu depan," ungkapnya.

Ia menambahkan, antara komunitas motor satu dengan yang lain juga saling mengingatkan agar selalu tertib berlalu lintas.

Aman Berkendara
Alvin Hando Saputro selaku SDM Versus mengungkapkan, selama tiga tahun mengikuti komunitas ia mendapat banyak ilmu, terutama keamanan dalam berkendara.

"Kami wajib memahami rambu-rambu lalu lintas dan marka agar aman berkendara," ujar Alvin.

Materi yang ia dapat tentang defensive riding akan langsung terpraktikkan waktu berkendara. "Komunitas itu bukan gang motor, komunitas motor taat peraturan lalu lintas," katanya.

Tak hanya pada anggota, setiap tiga bulan Versus juga menggelar penyuluhan marka jalan pada pengendara lain.

"Penyuluhan ini untuk memberikan pengetahuan kepada pengendara lain agar berhenti di belakang rambu stopline," pungkas Nur Arifin, selaku Sekjen Versus.

Penulis: Danendra Kusumawardana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved