Pilkada 2018

Produksi Gerabah Khas Majapahit, Khofifah Bakal Branding Kampung Mlaten

Desa sentra penghasil gerabah di Desa Mlaten Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto menjadi jujugan navigasi program Khofifah.

Produksi Gerabah Khas Majapahit, Khofifah Bakal Branding Kampung Mlaten
surya/fatimatuz zahro
Desa sentra penghasil gerabah di Desa Mlaten Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto menjadi jujugan navigasi program calon gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Minggu (8/4/2018). 

SURYA.CO.ID, MOJOKERTO - Desa sentra penghasil gerabah di Desa Mlaten Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto menjadi jujugan navigasi program calon gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Minggu (8/4/2018).

Pasalnya kampung ini memproduksi gerabah mulai cobek khas Majapahit, guci dari tanah liat, sampai pot dan juga hiasan dari tanah liat yang dibakar.

Namun ternyata sentra usaha ini memiliki kendala cukup besar. Mulai modal, hingga alat pengolah tanah liat yang masih sangat terbatas.

Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Ngataji, salah satu pengrajin gerabah mengatakan modal menjadi kendala utama.

"Kalau pesanan sudah banyak. Karena keterbatasan modal saya hanya membuat orderan atau pesanan. Sampai ke Malang, Lumajang, Jombang hingga Bali," kata Ngataji.

Namun dirinya mengusulkan untuk pembuatan koperasi, agar bisa mengkoordinir kampung usaha yang memiliki sekitar 30 an warga yang membuat gerabah. Begitu juga dengan masalah alat. Dirinya menyebut alat, pencetak dan juga pembakaran dibuat secara manual.

"Saya berharap dengan kunjungan Bu Khofifah ini, bisa membuka celah agar pemerintah nantinya bisa memberiberhatian. Modal terutama," kata Ngataji.

Hal tersebut ditanggapi positif oleh Khofifah. Dirinya mengatakan sudah memiliki bayangan untuk adanya branding di kampung ini. Di depan pintu masuk kampung ada gapura besar.

"Begitu masuk kawasan pengrajin gerabah, ada penanda bahwa di sini pengasil gerabah yang sudah tembus pasar nasional dan memiliki ciri khas Majapahit," kata Khofifah.

Menurutnya, promosi potensi lokal menjadi sangat penting. Terlebih kampung ini bukan sekedar membuat gerabah, melainkan gerabah yang memiliki nilai seni yang tinggi.

Dalam nawa bhakti satya dikatakan Khofifah terdapat program Jatim Akses. Yang siap memberikan solusi kemudahan akses bagi mereka pelaku UKM untuk bis berkarya lebih jauh.

"Antara lain para pengrajin gerabah butuh pengolah tanah, karena itu akan terkait mempercepat produksi mereka. Nggak mahal kok," ucap Khofifah.

Tidak hanya otu Khofifa juga ingin akan kmpung gerabah ini difasilitasi tempat pembuatan gerabah dengan menyiapkan tempat yang representatfi, yang tidak terganggu tetesan hujan.

"Tidak butuh modal besar, apalagi kampung ini memiliki warisan Majapahit. Secara detial ada kultur Majapahit dalam bentuk gerabah. Personifikasi detailnya saya yakin akan beda jika bukan orang Mojokerto senduri yang membuat," katanya.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved