Berita Gresik

Massa Antiproyek Alun-alun Gresik Gelar Panggung Hiburan, Galang Dana untuk Sidang Rekan Mereka

Forum masyarakat Gresik peduli cagar budaya terus menyuarakan penolakan pembangunan Alun-alun Gresik.

Massa Antiproyek Alun-alun Gresik Gelar Panggung Hiburan, Galang Dana untuk Sidang Rekan Mereka
surya/sugiyono
DISKUSI - Massa Antiproyek revitalisasi Alun-alun Gresik menggelar panggung diskusi dan pentas seni, Minggu (8/4/2018). 

SURYA.co.id | GRESIK - Forum masyarakat Gresik peduli cagar budaya terus menyuarakan penolakan pembangunan Alun-alun Gresik. Mereka menggelar panggung diskusi dan hiburan di area relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) Jl Notoprayitno, Kecamatan Kebomas Gresik.

Panggung diskusi dan hiburan itu digunakan untuk ajang penggalangan dana dalam mengawal persidangan tiga aktivis pengunjuk rasa proyek revitalisasi Alun-alun Gresik.

Panggung diskusi dengan tema 'Menggugat Alun-alun' menghadirkan narasumber dari ketua -ketua aliansi Forum masyarakat Gresik peduli cagar budaya.

Hasil dari diskusi tersebut, proyek revitalisasi Alun-alun Gresik untuk kawasan Islamic Center yang dilaksanakan Pemkab Gresik sangat merusak tradisi dan budaya Gresik.

"Lihat saja, dengan dibangunnya kawasan Islamic Center di Alun-alun Gresik mengakibatkan hilangnya ruang publik, ruang terbuka hijau (RTH), pasar rakyat, kegiatan sosial terganggu dan kawasan cagar budaya Gresik hilang," kata Muslimin dari FPPI (Fron perjuangan pemuda Indonesia) yang tergabung dalam aliansi Forum masyarakat Gresik peduli cagar budaya, Minggu (8/4/2018).

Massa akan terus berjuang menolak proyek revitalisasi Alun-alun Gresik dengan menggalang dukungan masyarakat. Sebab, anggaran  untuk revitalisasi Alun-alun Gresik sangat besar, padahal masyarakat Gresik masih sangat membutuhkan fasilitas umum lain.

Seperti, perbaikan jalan, saluran air yang lancar, pendidikan murah, bencana banjir setiap tahun tidak terjadi lagi dan layanan air bersih yang lancar.

"Anggaran untuk proyek revitalisasi Alun-alun Gresik ini hampir Rp 20 Miliar. Tahun 2017 sudah menelan anggaran sekitar Rp 10 Miliar, kemudian di tahun 2018 kabarnya disediakan lagi Rp 10 Miliar," kata Syafiudin, Ketua serikat buruh SPBI Kasbi Gresik.

Terpisah, wakil Ketua DPRD Gresik Moh Syafi AM kepada wartawan mengatakan proyek revitalisasi Alun-alun Gresik tahun ini dianggarkan sekitar Rp 10 Miliar.

"Sekarang masih menunggu proses lelang. Seharusnya, proses lelang itu bisa dilakukan diawal-awal tahun sehingga tidak terjadi kemoloran," kata Syafi didampingi Ketua Komisi III DPRD Gresik Asroin Widiana.

Sekarang ini, proyek revitalisasi Alun-alun Gresik berhenti, sebab menunggu proses lelang oleh Pemkab Gresik.

Penulis: Sugiyono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved