Berita Ngawi

Mengaku Bisa Cairkan Dana BI Hingga Miliaran, Janda Asal Jombang Diciduk Polisi Ngawi di Kafe

Dalam melakukan aksinya, janda anak satu ini dibantu seorang laki laki, diakui sebagai kekasih gelapnya yang kini buron.

SURYAOnline/Doni Prasetyo
Luluk Mujiasih warga Desa Sambong Dukuh, Kecamatan/Kabupaten Jombang ditangkap Polisi Resor Ngawi setelah memperdaya warga Ngawi hingga puluhan juta rupiah dengan di iming-iming bisa mencairkan dana dari Bank Indonesia (BI) hingga miliaran rupiah. 

SURYA.co.id | NGAWI - Menjanjikan dana miliaran rupiah dari Bank Indonesia (BI), dan memperdaya korban hingga puluhan juta rupiah, Luluk Mujiasih warga Desa Sambong Dukuh, Kecamatan/Kabupaten Jombang ditangkap Polisi Resor Ngawi di salah satu Kafe di Jombang.

"Kepada setiap korbannya, tersangka mengaku sedang menjalin kerjasama dengan Bank Indonesia (BI). Dalam kerjasama itu, dia mengaku BI ada dana talangan yang bisa dicairkan hingga miliaran rupiah,"kata Kasat Reskrim Polres Ngawi AKP Maryoko kepada Surya, Sabtu (7/4-2018).

Dalam melakukan aksinya, lanjut AKP Maryoko, janda anak satu ini dibantu seorang laki laki, diakui sebagai kekasih gelapnya, yang kini buron.

"Kedua tersangka berhasil menipu sejumlah korbannya hingga puluhan juta rupiah dengan iming iming mendapatkan dana talangan dari Bank Indonesia,"jelas Maryoko.

Dikatakan AKP Maryoko, kasus ini terungkap setelah korbannya melapor ke Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Ngawi karena dana yang dijanjikan tersangka tidak kunjung cair.

"Tersangka ini kami tangkap saat berada di salah satu kafe di Jombang dan langsung kita bawa ke Polres Ngawi untuk kita mintai keterangan tentang laporan dugaan penipuan yang melibatkan dirinya,"katanya.

Namun, tambahnya, Polisi Ngawi masih belum berhasil membekuk laki laki yang selalu membantunya dalam melakukan aksi penipuan kepada warga Ngawi itu. Meski begitu Polisi sudah mendapat informasi persembunyian kekasih gelap Luluk Mujiasih ini.

"Kedua tersangka, satu masih buron, selalu meminta uang hingga Rp 50 juta rupiah dengan dalih untuk memperlancar pencairan. Namun, setelah uang ditransfer, dana Rp 2 miliar dari BI itu tidak kunjung cair,"kata Kasat Reskrim Maryoko.

Ternyata selain mengaku bisa mencairkan dana dari BI, tersangka ternyata juga mengaku bisa memasukkan kerja ke PT Pelindo sebagai karyawan

"Kami berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa slip transfer uang dari korban korban kepada tersangka. Polisi juga menyita bukti percakapan antara tersangka dengan korban melalui whatshapp,"ujar Maryoko.

Polisi menjerat tersangka dengan pasal penggelapan dan penipuan yang ancaman maksimum hukuman selama empat tahun penjara.

"Kami (Polisi) masih mengejar terus rekan tersangka yang disebut sebagai kekasih gelapnya itu,"pungkas AKP Maryoko.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved