Berita Surabaya

Polisi Ringkus Pedagang Burung Cendrawasih dan Burung Langka Lain di Sidoarjo

Polisi menangkap 2 pria yang menjual satwa liar dilindungi. Di antaranya burung Cendrawasih, burung Kakatua, dan burung lainnya

Polisi Ringkus Pedagang Burung Cendrawasih dan Burung Langka Lain di Sidoarjo
surabaya.tribunnews.com/pipit maulidiyah
Petugas saat menyita satwa-satwa dilindungi yang disita dari pedagang di Sidoarjo. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Dua pria berinisial SS dan AS ditangkap polisi lantaran memperjualbelikan satwa dilindungi lewat jejaring sosial.

Saat polisi melakukan penyelidikan ke rumah tersangka di Buduran, Sidoarjo. Keduanya kedapatan menyimpan puluhan burung endemik.

Di antaranya 7 Kakatua Jambul Orange, 26 Kakatua Jambul Kuning, 11 Kakatua Putih, 6 Nuri Kepala Hitam, 3 Kasturi Raja, 3 Nuri Bayan, 2 Cenderawasih Lesser, dan 2 Cenderawasih.

Barang bukti lainnya adalah 1 kotak berisi catatan penjualan satwa, 2 buku tabungan BCA, 2 buku tabungan CIMB Niaga, 3 lembaran bukti transaksi jual beli satwa, dan 1 bendel surat pengiriman burung.

Direskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol Agus Santoso menjelaskan 12 jenis burung tersebut adalah hewan endemik yang memiliki habitat di Indonesia Timur.

"Nah mereka jual hewan ini ke luar negeri kisaran Rp 5 sampai 6 juta rupiah," kata Kombes Pol Agus, Jumat (6/4/2018).

Nandang Prihadi, Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jatim yang ikut mendampingi proses karantina satwa menuturkan, awal mula penangkapan karena kecurigaan BKSDN kepada kedua tersangka.

Lalu pihaknya bekerjasama dengan Polda Jatim untuk menelusuri Facebook pelaku bernama Wine Wine dan Gusti Slankers Funkyjunki'es (Zubair).

Keduanya secara terang-terangan menjual burung langka tersebut dengan memasang gambar burung yang mereka perjual belikan di akun Facebook.

Menurut pengakuan pelaku, burung-burung tersebut didatangkan menggunakan kapal-kapal dagang. Sekali kirim bisa 5 sampai 6 ekor.

"Kami sudah jalan 3 tahun. Jualnya ke Thailand Rp 5 sampai Rp 6 juta, kalau untungnya per ekor saya Rp 3 juta rupiah," kata SS sambil tertunduk.

Akibat perbuatannya, mereka berdua terkena pasal 21 ayat (2) huruf a dan huruf c serta Pasal 40 Ayat (2) dan ayat (4)pasal undang-undang nomor 5 tahun 1990.

Yaitu tentang Konservasi Sumber daya Alam Hayati dan Ekosistemmnya serta Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 7 tahun 1999 tentang pengawetan jenis tumbuhan dan satwa dengan ancamab pidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta rupiah.

Sementara satwa di bawah pengawasan BKSDA. Meski begitu Nandang berharap agar segera ada keputusan terkait satwa tersebut.

"Kami juga ingin segera ada keputusan dikembalikan atau titipkan ke lembaga konservasi. Ini.menghindari burung semakin stres yang bisa mengakibatkan satwa tersebut mati," pesannya.

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved