Jadi Justice Collaborator, Mantan Anak Buah Eddy Rumpoko Dituntut 6 Tahun Penjara

Edi Setyawan, mantan anak buah Eddy Rumpoko dituntut hukuman lebih ringan oleh jaksa KPK. Ini alasannya...

Jadi Justice Collaborator, Mantan Anak Buah Eddy Rumpoko Dituntut 6 Tahun Penjara
surabaya.tribunnews.com/m taufik
Terdakwa Edi Setyawan usai sidang di pengadilan Tipikor Surabaya, Jumat (6/4/2018). 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Edi Setyawan, Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan Pemkot Batu dituntut hukuman lebih ringan oleh jaksa KPK dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya, Jumat (6/4/2018).

Jika Eddy Rumpoko dituntut hukuman penjara selama delapan tahun dan denda Rp 600 juta subsider 6 bukan, Edi Setyawan kena tuntutan enam tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 2 bulan kurungan penjara.

Menurut jaksa Ronald Ferdinand Warontika dari KPK, pasal yang terbukti dilanggar oleh Edi Setyawan juga sama, yakni pasal 12 huruf a Undang-undang tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, junto pasal 55 dan pasal 64 KUHP.

"Terdakwa ini menjalankan itu atas perintah terdakwa Eddy Rumpoko. Tapi dia yang lebih aktif berkomunikasi dan mengatur beberapa hal bersama Filiphus Djap," kata Ferdinand.

Dikatakan Ferdinand, Edi Setyawan adalah Justice Collaborator dalam pengungkapan perkara ini.

"Berkat pengakuan dan keterangan-keterangan dia, kita bisa mengungkap terdakwa Eddy Rumpoko," ungkap dia.

Tapi karena dalam fakta-fakta persidangan memang diketahui Edi Setyawan ini sangat aktif, mulai dari perannya mengatur kemenangan lelang untuk Filiphus Djap, komunikasi dan kordinasi dalam permainan proyek itu, tuntutan enam tahun dirasa pas.

"Status justice Collaborator nantinya juga berguna saat masa menjalani hukuman. Di Lapas, bisa menjadi pertimbangan dalam pemberian remisi dan sebagainya," tutur jaksa dari KPK tersebut usai sidang.

Eddy Rumpoko ditangkap oleh petugas KPK di rumah dinasnya pertengahan September 2017 lalu karena diduga menerima suap berupa mobil merek Toyota New Alphard senilai Rp 1,6 miliar dari pengusaha Filiphus Djap.

Selain ER, dalam perkara ini petugas KPK juga menangkap Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan Pemkot Batu, Edi Setyawan, dan pengusaha rekanan Pemkot Batu, Filipus Djap.

Edi Setyawan diduga menerima suap dari Filiphus Djap sebesar Rp 100 juta. Dugaan suap itu disebut fee dari proyek yang diterima Filiphus. Dalam perkara ini, Filiphus Djap sudah terlebih dulu dijatuhi vonis hukuman penjara selama dua tahun.

Penulis: M Taufik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved