Saat Puisi Sukmawati Soekarnoputri Bikin Heboh, Puisi Maya Angelou Hiasi Google Hari Ini

Saat puisi Sukmawati Soekarnoputri bikin heboh, Google menghadirkan sosok penyair Dr Maya Angelou di halaman utama.

Saat Puisi Sukmawati Soekarnoputri Bikin Heboh, Puisi Maya Angelou Hiasi Google Hari Ini
CSMONITOR.COM
Mantan Presiden AS Barack Obama mencium Maya Angelou 

Melalui menulis dan membaca inilah, akhirnya trauma yang dialami Maya mulai terkikis dan hal ini membantunya menemukan suaranya lagi.

Kebisuan yang ia alami juga menjadi tonggak bagi Maya untuk memulai perjalanan intelektual dan kreatif.

Di usia remajanya, Maya menjalani kehidupan dewasa yang datang lebih awal.

Dr Angelou mengenyam begitu banyak pengalaman mulai perannya menjadi seorang ibu, menjadi konduktor streetcar perempuan dan kulit hitam pertama di San Francisco, dan juga berkeliling dunia sebagai anggota pemeran opera Porgy dan Bess - sambil menguasai beberapa bahasa.

Dia bernyanyi dan menari di kabaret profesional, bekerja sebagai wartawan di Afrika, dan menjadi salah satu aktivis hak-hak sipil paling terkemuka di generasinya.

Semua pengalaman hebat yang ditempuhnya ini pada akhirnya kembali bermuara di karya tulisannya.

Buku pertamanya yang bertajuk, "I Know Why the Caged Bird Sings," pada tahun 1969 pun membuat namanya mulai diperhitungkan sebagai seorang penulis.

Usai debut bukunya itu, Maya Angelou kembali melahirkan 6 karya otobiografi lainnya yang kemudian juga diikuti dengan karya-karya lain seperti puisi, sastra anak-anak, dan non-fiksi (bahkan juga buku memasak!).

Melalui karya-karyanya, Dr. Angelou juga turut memberikan suara kepada jutaan orang. 

Dengan karya-karyanya ini pula, Maya Angelou turut memperjuangkan hak-hak perempuan dan kesetaraan gender. 

Halaman
1234
Editor: Tri Mulyono
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved