Sambang Kampung

Warga Kampung Jambangan Surabaya Punya Bisnis Unik dari Sampah, Rp 10 Juta Sebulan Pasti di Tangan

Riris melihat peluang bisnis dalam busana daur ulang. Beragam koleksi busana dibuat dengan beragam ukuran dan tema.

Warga Kampung Jambangan Surabaya Punya Bisnis Unik dari Sampah, Rp 10 Juta Sebulan Pasti di Tangan
surya/sulvi sofiana
Zulfikar Dadang (19), pegawai CV Kreatif Indah Alam saat merapikan baju daur ulang yang disewakan, Senin (2/4/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Puluhan gaun berwarna-warni terpajang di lantai dua dalam rumah di jalan Jambangan Gang IIA, Surabaya. Ketika diamati lebih dekat, bahan yang digunakan pada gaun-gaun tersebut bukanlah kain sutra,satin ataupun katun, melainkan plastik bekas tempat detergen, sabun, karung goni hingga biji-bijian.

Puluhan gaun itu merupakan koleksi Risnani Puji Rahayu, warga RT 2 RW 1 Kelurahan Jambangan, Surabaya.

Berawal dari tren membuat karya daur ulang di kampung, Riris, sapaan akrabnya melihat peluang bisnis dalam busana daur ulang. Beragam koleksi busana dibuat dengan beragam ukuran dan tema.

Ada yang terlihat seperti busana pesta, ada pula yang terlihat seperti busana pertunjukan, hingga maskot tanaman juga tersedia.

"Sejak 2005 kampung memang menggalakkan daur ulang, awalnya saya memang menyewakan baju anak- anak. Tapi saya lihat peluangnya baju daur ulang ini juga luas, makanya saya buat,"urai pemilik usaha CV Kreatif Indah Alam ini.

Secara berkala, Riris mendesain dan mengumpulkan bahan daur ulang. Tiap tahunnya ia bisa membuat hingga 10 busana untuk anak-anak hingga dewasa. Bahkan tak jarang ia menerima pesanan desain yang kemudian ia sewakan.

"Sering dapat pesanan, sekarang saja saya sedang mengerjakan pesanan gaun pengantin dari Lamongan seharga Rp 5 juta. Ya dibuat dari kresek,"urainya.

Iapun tak mengerjakan semua busana sendiri, apalagi jika harus membuat gaun untuk pawai yang berukuran besar dan memiliki banyak ornamen.

"Saya dibantu warga, bahannya juga saya beli di bank sampah. Jadi memang melibatkan warga kampung," papar pemilik brand W-Queen ini.

Saat musim pertunjukan di bulan April hingga Mei, ia mengaku pendapatan dari persewaan ini bisa mencapai Rp 10 juta. Sebab, kebanyakan penyewanya berasal dari luar kota.

Halaman
12
Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved