Berita Kediri

Rumah Janda di Kabupaten Kediri Ini Ambruk dan Belum Dapat Bantuan, Kasihan Pak Bupati

Kapan bantuannya turun juga belum tahu, karena sekarang masih diusulkan. Sukini mengaku tidak mampu memperbaiki sendiri rumahnya.

Rumah Janda di Kabupaten Kediri Ini Ambruk dan Belum Dapat Bantuan, Kasihan Pak Bupati
surya/didik mashudi
Sukini di bekas rumahnya yang ambruk di Desa Dukuh, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, masih menunggu perbaikan, Selasa (3/4/2018). 

SURYA.co.id | KEDIRI - Sudah dua minggu Sukini (40) bersama anak, menantu dan cucunya tidur menumpang di rumah orangtuanya. Masalahnya, rumahnya yang sudah reyot telah ambruk.

Sukini hanyalah janda yang sehari-hari membuat welit atau atap dari sisa daun tebu. Penghasilannya juga tidak seberapa karena belum tentu setiap hari ada orang yang membeli welit.

"Setelah rumah saya ambruk dan dilihat oleh perangkat desa, katanya sudah diusulkan untuk mendapat bantuan," ungkap Sukini warga Desa Dukuh, Kecamatan Ngadiluwih kepada Surya, Selasa (3/4/2018).

Kapan bantuannya turun juga belum tahu, karena sekarang masih diusulkan. Sukini mengaku tidak mampu memperbaiki sendiri rumahnya.

"Uang dari mana untuk memperbaki," ungkapnya.

Rumah Sukini ambruk pada Rabu (21/3/2018) karena kayunya sudah banyak yang lapuk. Termasuk dinding rumah yang terbuat dari gedek juga bolong-bolong dimakan rayap.

"Rumah saya memang kayunya sudah banyak yang lapuk. Sehingga meski tidak ada hujan dan angin ambruk sendiri," ungkapnya.

Beruntung musibah itu tidak sampai menelan korban jiwa, karena setelah rumahnya agak miring, Sukini bersama keluarganya memilih mengungsi ke rumah Sunarmi (60), orangtuanya.

Kini kondisi rumah yang ambruk sudah dibersihkan. Beberapa genteng yang masih utuh juga telah ditumpuk.

Namun sebagian besar genteng dan kayu sudah tidak dapat dimanfaatkan lagi.  Sehingga Sukini sangat berharap mendapatkan bantuan perbaikan rumahnya.

"Pekerjaan saya hanya membuat welit yang setiap hari belum tentu ada pembelinya," ujarnya.

Sebelum ambruk rumah Sukini berukuran panjang 15 dan lebar 10 meter dibangun saat masih bersama suaminya 25 tahun silam.

Kontruksinya dengan balok kayu glugu atap genteng.  Sementara sejumlah relawan telah mendatangi rumah Sukini untuk melakukan survei lokasi. Masih belum ada kepastian apakah perbaikan rumahnya juga mendapatkan bantuan donatur sosial.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved