Berita Situbondo
Ulama dan Habaib Bersolawat Nariyah di Pinggir Pantai Tampora Situbondo, Ini Tujuannya
Ratusan warga memadati bibir Pantai Tanpora untuk bersama-sama mendoakan agar di tahun politik 2018- 2019 agar tercipta kondisi aman dan damai.
Penulis: Izi Hartono | Editor: irwan sy
SURYA.co.id | SITUBONDO - Untuk menjaga kondusivitas Pilkada 2018 serentak, ulama dan habaib di Situbondo, menggelar istighosah di pantai di kawasan Pantai Tampora, Desa Kalianget, Banyuglugur, Situbondo, Minggu (1/4/2018) malam.
Istighosah "Terak Mencorong" atau Terang Bulan Purnama yang diprakarsai Pengasuh Pondok Pesantren (ponpes) Wali Songo, Kiai Kholil As' ad Syamsul Arifin, ini dihadiri ratusan warga.
Ratusan warga memadati bibir Pantai Tampora untuk bersama-sama mendoakan agar di tahun politik 2018- 2019 agar tercipta kondisi aman dan damai.
Itighosah dan solawat Nariyah Terak Mancorong yang dihadiri Habib Ali Segaf bin Asegaf tersebut, tidak lain merupakan atensi Mabes Polri agar warga tidak mudah terprovokasi, sehingga dapat memecah belah persatuan NKRI.
Habib Ali Segaf bib Asegaf mengatakan, ini merupakan rutin yang digelar setiap bulan satu kali dengan tujuan untuk menyatukan umat yang berbeda beda, namun mereka duduk bersama dan tidak ada gesekan.
"Kita duduk bersama menciptakan situasi yang kondusif dan tidak ada gesekan serta menyatukan diri kepada Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW agar mendapat hidayah," ujar Habib Ali Segaf di sela acara pengajian bulan purnama di Pantai Tampora, Desa Kalinlanget, Kecamatan Banyuglugur.
Dikatakan, pengajian ini tidak hanya dihadiri ulama', namun bersama para PNS, TNI dan kepolisian memunajat kepada Allah dengan melalui bersolawat nariyah.
"Bukan jumlah jamaah yang banyak, akan tetapi dengan pengajian dapat membekas di hati jamaah," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/solawat-situbondo_20180402_145344.jpg)