Minggu, 7 Juni 2026

Single Focus

Pegiat Harus Lahap Mengakses Ilmu Perfilman

Film sudah bukan lagi barang mahal, siapapun hari ini bisa membuat film.Tapi untuk membuat film berkualitas, butuh proses belajar.

Tayang:
Penulis: Aji Kusuma | Editor: Eben Haezer Panca
surabaya.tribunnews.com/ahmad zaimul haq
Crew Hompimpa animasi studio di kawasan Jl Dharmawangsa, Kamis (29/3). Studio animasi yang berkibar setelah memproduksi serial animasi Gob and Friends itu merupakan salah satu studio animasi terbaik yang dimiliki Indonesia. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Film sudah bukan lagi barang mahal, siapapun hari ini bisa membuat film. Namun dalam upaya memroduksi film berkualitas, membutuhkan proses belajar dan penguasaan dasar-dasar pembuatan film.

Dalam proses produksi film, penulisan skenario cerita adalah yang paling dasar. Sebuah cerita yang baik berpotensi menghasilkan film yang baik.

Di era keterbukaan informasi sekarang ini, kiat belajar menulis skenario, cara menggunakan kamera, penataan cahaya, bahkan sampai ranah mengatur distribusi film, bisa diakses di internet. Sehingga, tidak ada alasan untuk tidak belajar dan tidak berkembang.

Pegiat komunitas film, sebagai basis perkembangan film nonakademik, sudah seharusnya lahap mengakses ilmu-ilmu yang tersedia di internet. Sehingga, ketika berkarya, pegiat komunitas film mampu menunjukkan karya film yang berkualitas.

Membangun kesadaran pemahaman film sebagai ilmu, juga berdampak pada kepercayaan diri pegiat komunitas film ketika mempresentasikan karya mereka di hadapan publik.

Sebab seringkali, pertanyaan dan kritisme penonton bukan membangun semangat, tetapi malah mematahkan semangat berkarya.

Melalui penguasaan bidang ilmu perfilman, seorang pembuat film mampu membangun diskusi yang sehat dengan penikmat filmnya.

Praktisi Film Turun

Komunitas film yang tersebar di pelosok Indonesia, memiliki karakteristik yang beragam. Dari segi pengembangan karakter cerita film, pasti memiliki keragaman yang bervariatif. Namun, memanfaatkan kekuatan besar komunitas film saat ini bukan hal mudah. Sudah saatnya praktisi film nasional rajin turun ke daerah untuk berbagi ilmu.

Melalui diskusi dan workshop bersama praktisi, memperkuat komunitas yang berada di daerah-daerah terkait materi seputar proses pembuatan film.

Pusat Pengembangan (Pusbang) Film Kemendikbud merupakan pihak yang paling memungkinkan untuk menjadi tuan rumah untuk mewujudkan hal ini.

Ketika sistem ini dibangun secara masif dan berkelanjutan, bukan tidak mungkin komunitas film mampu melahirkan kreator-kreator di bidang perfilman. 

Tags
film
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved