Berita Madiun

Beda Pilihan Paslon di Pilkada 2018 Kota Madiun, Pria Ini Ancam Tetangganya Sendiri Pakai Pisau

Permasalahan tersebut dipicu karena adanya perbedaan dukungan kepada paslon cawali dan cawawali Kota Madiun antara pelaku dengan korban.

Beda Pilihan Paslon di Pilkada 2018 Kota Madiun, Pria Ini Ancam Tetangganya Sendiri Pakai Pisau
ist
ilustrasi ancaman menggunakan pisau 

SURYA.co.id|MADIUN - Seorang pendukung salah satu pasangan calon (paslon) Wali Kota (cawali) dan Wakil Wali Kota (cawawali) Madiun bernama Slamet Riyadi (60) mendapat ancaman dari simpatisan paslon cawali dan cawawali lain.

Ancaman itu dilakukan pelaku bernama Yopi Nur Hidayat (39) di rumah korban, Jalan Merpati Nambangan Lor, Manguharjo, Kota Madiun pada Minggu (1/4/2018) sekitar pukul 14.00 WIB.

Pelaku mengancam korban menggunakan pisau belati dan meminta kepada korban agar tidak mencari massa untuk mendukung paslon nomor jagoan korban.

"Ya memang benar. Verbalnya seperti itu," kata Ketua Panwaslu Kota Madiun, Kokok Heru Purwoko, saat dikonfirmasi, Senin (2/4/2018) pagi.

Selain mengancam menggunakan pisau, pelaku juga melakukan pengerusakan. Gambar paslon yang ditempel di sekitar rumah korban dirusak dengan pisau belati.

Kokok mengungkapkan malam harinya dilakukan mediasi antara kedua belah pihak atas permasalahan tersebut.

Mediasi dihadiri tim dari kedua tim paslon, PPL, anggota Reskrim Polres Madiun Kota, dan anggota Bhabinkamtibmas.

"Hasil dari mediasi, pelaku mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada korban dan keluarganya. Pelaku pengancaman juga menyatakan tidak akan mengulangi perbuatannya yang disertai dengan membuat surat pernyataan yang ditandatangani di atas materai," bebernya.

Kokok menambahkan korban tidak melaporkan kejadian tersebut untuk diproses hukum dengan alasan pelaku sudah meminta maaf dan masih bertetangga, serta saling mengenal.

Permasalahan tersebut dipicu karena adanya perbedaan dukungan kepada paslon cawali dan cawawali Kota Madiun antara pelaku dengan korban.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Madiun Kota, AKP Logos Bintoro, ketika dikonfirmasi, membenarkan adanya tindak pengancaman dan pengerusakan tersebut.

Namun, lanjut Logos, masalah tersebut tidak diproses secara hukum lantaran sudah diselesaikan secara musyawarah.

"Benar tapi selesai di musyawarah," imbuhAKP Logos.

Saat ditanya, kenapa pelaku tidak dijerat pasal 2 ayat 1 Undang-undang darurat No. 12 tahun 1951 tentang Senjata Tajam, karena telah melakukan pengancaman dan pengerusakan menggunakan pisau belati, Logos tidak menjawab.

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved