Kamis, 9 April 2026

Berita Kediri

Potensi Terpendam di Situs Calonarang Masih Terbengkalai

Calonarang merupakan tokoh emansipasi perempuan. Karena di masanya merupakan perempuan yang berani melawan Raja Airlangga

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Cak Sur
SURYAOnline/Didik Mashudi
Petilasan Calonarang di Dusun Butuh, Desa Sukorejo, Kabupaten Kediri banyak didatangi peziarah. 

SURYA.co.id | KEDIRI - Situs petilasan Calonarang di Dusun Butuh, Desa Sukorejo, Kabupaten Kediri sudah sejak lama dikenal oleh masyarakat. Malahan setiap bulan Suro juga ramai didatangi para peziarah.

Namun sayang potensi besar yang terpendam ini masih belum dapat dioptimalkan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat.

"Kami belum bisa membangun dan memperbaiki areal situs Calonarang karena status tanahnya masih ada warga yang mengklaim miliknya," ungkap Supandi, Kades Sukorejo kepada Surya, Sabtu (31/3/2018).

Diungkapkan Supandi, dari data yang ada di desa luas lahan areal situs mencapai 294 m2 atau sekitar 21 ru. Tanahnya dikelilingi lahan tebu dengan jalan setapak yang hanya dapat dilalui sepeda motor.

Sebenarnya pihak desa telah berencana memberdayakan masyarakat di sekitar situs dengan membuat jalan akses masuk. Namun karena masih terkendala status tanah, rencananya belum dapat diwujudkan.

"Kalau melihat potensinya punya prospek untuk dikembangkan. Karena saat musim ziarah yang datang bisa mencapai 3 - 4 bus dalam sehari," ungkapnya.

Saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan Pemkab Kediri untuk mencari solusinya. Karena dari data yang ada di desa status tanahnya masuk tanah negara. Masalahnya ada warga yang mengklaim.

Peziarah yang datang ke situs Calonarang mayoritas dari Bali dan Jawa Tengah. Namun juga banyak peziarah dari sekitar Kediri.

Kondisi situs sendiri usai ditata ulang oleh tim dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan. Termasuk benda-benda yang ada di areal situs telah dibersihkan.

Sementara Eko Priatno dari Kantor Dinas Pariwisata Pemkab Kediri menjelaskan, status tanah di areal situs Calonarang masih menjadi kendala untuk pembenahan. Karena Pemkab Kediri baru dapat membenahi jika status tanahnya sudah jelas.

Eko juga mengungkapkan sejauh ini memang masih belum ada referensi yang menyebutkan lokasi situs merupakan peninggalan Calonarang. Petunjuk yang ada selama ini masih sebatas toponini atau cerita kearifan lokal.

"Masyarakat selama ini yang menyakini di lokasi ini situs Calonarang. Apalagi di sekitarnya masih banyak ditemukan candi dan bata kuno yang masih terkubur," ungkapnya.

Menurut Eko, Calonarang merupakan tokoh emansipasi perempuan. Karena di masanya merupakan perempuan yang berani melawan Raja Airlangga.

"Calonarang menuntut raja untuk memenuhi janjinya. Namun karena raja tidak mau, akhirnya Calonarang menebarkan teluh atau tenung," ungkapnya.

Calonarang sendiri akhirnya dapat dikalahkan oleh Empu Bharada melalui siasat mengutus muridnya untuk dinikahkan dengan Retno Manggali, putri Calonarang.

Kemudian sang murid berhasil mengambil kitab yang menjadi andalan Calonarang. Dari kitab itu dapat dipelajari kelemahan Calonarang sehingga berhasil dikalahkan.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved