Berita Jember
Perajin Emas Kemasan Jember, Tetap Bertahan di Tengah Gempuran Toko Emas Modern
Meski digempur dengan keberadaan toko emas yang merajai pasaran tak membuat Rozi menyudahi peerjaannya sebagai perajin emas kemasan.
Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: irwan sy
SURYA.co.id | JEMBER - Perhiasan emas yang sudah dibeli, terkadang menjadi tidak pas ketika dicoba di rumah. Entah desainnya yang kurang sreg atau ada kekurangan lain pada perhiasan tersebut.
Di sinilah pekerjaan seorang perajin 'kemasan' untuk mendesain ulang agar perhiasan tersebut sesuai keinginan hati.
Di Jember, pekerjaan sebagai perajin kemasan sudah eksis sejak 25 tahun lalu. Salah satu perajinnya bernama Rozi yang sudah membuka usaha kemasan ini sejak 1993 di Pasar Kencong, Jember.
Meski digempur dengan keberadaan toko emas yang merajai pasaran tak membuat Rozi menyudahi peerjaannya sebagai perajin emas kemasan.
Perajin kemasan sendiri adalah perajin yang mendesain ulang perhiasan dan atau membuat desain perhiasan baru sesuai permintaan pemesan.
Dengan lapak sederhana, Rozi yang berasal dari, dusun Umbulsari, Tempeh, Lumajang, ini tidak sekalipun mengeluh walaupun orderan dari pembeli sepi akhir-akhir ini.
"Saya sudah 25 tahun jadi perajin kemasan. Walau banyak toko emas, masih ada saja orang yang pesan perhiasan ke saya, baik itu bikin baru atau mendesain ulang," kata Rozi saat ditemui di lapaknya di Pasar Baru Kencong, Jember, Sabtu (31/3/2018).
Cara membuat emas kemasan menggunakan peralatan manual. Dengan bermodal alat yang ia sebut kempusan mata las dan dua buah cawan ukuran 20 cm, Rozi melebur emas murni hingga 10 menit.
Ketika sudah di lebur api hingga panas 300-500 derajat celcius, jadilah sebuah bentuk menyerupai air berwarna merah panas.
Kemudian, pria kelahiran 1983 ini mencapit cawan untuk dimasukan air raksa untuk mencuci. Dari situlah tahap emas masih tidak berbentuk hingga menjadi bentuk bulat. Tidak sampai disitu saja, setelah itu ia harus mengambil tang penjepit.
Rozi memukul berulang-ulang di atas balok kayu dan jadilah sebuah batangan emas kecil siap di bentuk menurut pemesanan konsumen yang mendatangi lapaknya
Rozi sendiri mengaku sampai sekarang ini, yang masih bertahan membuka jasa 'kemasan' di Kencong hanya tersisa dua orang.
Penyebab sepinya order akhir-akhir ini, Rozi menuturkan dikarenakan memang permintaan pesanan ramai menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri.
"Hari biasa saya hanya 1 buah cincin. Tapi saat Ramadhan dua sampai tiga pesanan per hari. Melihat tingkat kesulitan dan permintaan pemesan," terang Rozi.
Rozy mematok tarif hanya Rp 30.000 tergantung tingkat kesulitan dari pemesan. Meski tidak mematok tarif tinggi Rozi tetap bersyukur atas apa yang diperolehnya.
"Saya tak mematok harga mahal. Asal pelanggan ada, tetep bersyukur," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/pembuatan-emas-lumajang_20180331_121034.jpg)