Berita Surabaya

Ini Dia Wajah Pria Yang Berani Catut Kemensesneg Buat Dipakai Menipu CPNS

Tersangka pascaditangkap mengaku sudah mempedayai 80 orang. Jumlah uang yang sudah dinikmati tersangka sekitar Rp 4 miliar

Ini Dia Wajah Pria Yang Berani Catut Kemensesneg Buat Dipakai Menipu CPNS
SURYAOnline/Anas Miftakhudin
Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran bersama tersangka penipu CPNS yang mengaku staf Mensesneg, Gandhi Pradikta saat rilis di Polrestabes Surabaya, Sabtu (31/3). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Berlagak parlente dengan modal keplek bertuliskan Kementerian Sekretariat Negara RI, Gandhi Pradikta, 32, berhasil mempedayai sekitar 80 orang untuk dimasukkan PNS di seluruh Indonesia.

Namun ulah penipuan yang dilakukan lelaki asal Jalan Ikan Banyar, Karangrejo, Banyuwangi ini berakhir di penjara Polrestabes Surabaya. Lelaki bertubuh subur itu ditangkap tim gabungan dari Polsek Wonokromo dan Resmob Polrestabes Surabaya saat menginap di sebuah hotel di kawasan Jalan Diponegoro, Jumat (30/3/2018) petang.

Ketika penangkapan berlangsung, petugas menyita sebuah mobil sedan BMW hitam DK 116 FS. Selain itu juga beberapa formulir pendaftaran CPNS, keplek bertuliskan Kementerian Sekretariat Negara RI dengan foto Gandhi Pradikta. Di Kemensesneg, tersangka mengaku sebagai staf, tapi setelah dicek, ternyata palsu.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran, menjelaskan korban yang lapor baru satu orang.

"Korban dijanjikan bisa masuk TNI AL. Korban sendiri sudah memberi uang Rp 130 Juta. Tapi ternyata dibohongi," tutur AKBP Sudamiran, Sabtu (31/3/2018).

Mantan Kasubdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Jatim, menuturkan penyidik yang memeriksa tersangka pascaditangkap mengaku sudah mempedayai 80 orang. Jumlah uang yang sudah dinikmati tersangka sekitar Rp 4 miliar.

Aksi penipuan yang dilakukan tersangka berlangsung sejak tahun 2016. Wilayah yang disasar hampir seluruh kota di Jatim.

"Untuk Surabaya sendiri ada 20 korban. Bagi korban yang belum lapor silakan segera lapor ke Polrestabes Surabaya," imbaunya.

Untuk mempedayai korbannya, tersangka Gandhi mengaku sebagai salah satu staf Kementerian Sekretariat Negara RI. Ia menganakan baju putih terkadang batik yang biasa dipakai pejabat plus ID card palsu di saku. Lebih meyakinkan lagi tersangka menyewa mobil mewah dengan biaya sewa Rp 90 juta/bulan.

Kepada calon korban tersangka Gandhi mengaku bisa memasukkan seseroang untuk menjadi TNI AL, STPDN dan PNS. Bahkan Gandhi mengaku bisa menuntaskan sengketa tanah seseorang hingga clear. Biaya yang dibandrol mulai puluhan hingga ratusan juta. Sepanjang aksinya, Gandhi sudah mengantongi keuntungan Rp 4 miliar.

Tersangka Gandi, mengaku uang hasil menipu dipakai untuk foya-foya, menyewa mobil dan tidur di hotel.

"Untuk tidur di hotel beberapa hari. Jadi uangnya ya untuk pindah dari hotel ke hotel," jawabnya singkat.

Rupanya pengakuan tersangka tak langsung ditelan mentah-mentah oleh penyidik yang menangani.

"Uang hasil menipu terus kami selidiki dan terus kami kembangkan. Kayaknya nggak mungkin uang Rp 4 miliar dipakai itu saja," cetus AKBP Sudamiran.

Penulis: Anas Miftakhudin
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved