Breaking News:

Berita Surabaya

Kurikulum Lembaga Kursus dan Pelatihan Sesuaikan Kebutuhan Dunia Usaha dan Industri

Sebagai pendidikan non formal, lembaga kursus dan pelatihan (LKP) memiliki keluwesan dalam proses pembelajaran.

RORRY NURMAWATI
Diana Gunawan (kanan) dan Lienny Gunawan menunjukkan bukti pendaftaran di lembaga kursus International Language Center (ILC). 

SURYA.co.id | SURABAYA – Sebagai pendidikan non formal, lembaga kursus dan pelatihan (LKP) memiliki keluwesan dalam proses pembelajaran.

LKP bisa menyambungkan lulusan kepada dunia usaha dan dunia industri (DUDI) serta memberi penambahan ilmu agar lulusan sesuai dengan kompetensi yang diharapkan DUDI.

Ketua Forum Pengelola LKP (FPLKP) Jatim, Nun Jamianto mengatakan, saat ini semua serba digital, pengelola LKP diminta memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangan bisnis.

Bila pengelolaan masih sama, LKP akan ketinggalan zaman. Belum lagi perubahan pendidikan dan DUDI terus berkejar-kejaran dengan perkembangan teknologi.

“LKP harus berani berimprovisasi,” kata Nun disela Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus DPD dan DPC FPLKP Jatim periode 2018-2023, Kamis (29/3/2018).

Dia menjelaskan, keberadaan FPLKP Jatim bisa dijadikan ajang diskusi dalam menghadapi perubahan yang ada.

Misalnya berdiskusi tentang penyusunan kurikulum yang sesuai dengan industri dan metode mengajar serta pengajaran yang mudah diterima oleh peserta kursus.

Semua itu dilakukan bertujuan lulusan LKP benar-benar cocok dengan kepentingan DUDI atau berani membuka usaha baru.

Nun menjelaskan, lulusan sekolah formal selama ini sudah banyak dilatih sekolah. Tetapi, dari sisi soft skil masih kurang. Mentalnya juga lemah.

“Hari ini ditegur oleh pimpinan, besoknya sudah mengundurkan diri. Kalau bekerja harus diawasi, kalau tidak diawasi tidak bekerja,” ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved