Sosok Inspirasi

Nova Prastika Firdausi, Pengusaha Muda Sahabat Panti Asuhan; Pernah Dikerjai Makelar PNS

“Jadi wirausaha itu susah, kalau sudah hokinya bisa sukses, tapi kalau tidak hokinya bisa buntung alias tidak sukses."

Nova Prastika Firdausi, Pengusaha Muda Sahabat Panti Asuhan; Pernah Dikerjai Makelar PNS
surya/galih lintartika
Nova Prastika Firdausi 

KEGAGALAN adalah sebuah keberhasilan yang tertunda. Itulah yang diyakini Nova Prastika Firdausi. Perempuan cantik ini pernah gagal di masa lalunya dan beberapa menerima pengalaman pahit. Namun justru, pengalaman pahit itu menjadi pil yang membuatnya semakin kuat.

Bak wonder women, ia kini menjadi perempuan yang sukses bisnis kosmetik. Surya menemui beberapa waktu lalu. Siang itu pengusaha muda itu sedang sibuk dengan urusan bisnis kosmetiknya. Memberikan wejangan pada belasan karyawannya.

Nova besar di tengah keluarga pengusaha. Bapak ibunya pengusaha sukses bidang penyediaan sembako. Dari orang tuanya pula, ia paham dengan susah senangnya orang yang berwirausaha.

Selepas SMA, ia masuk Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan di Universitas Brawijaya Malang.

Selama empat tahun kuliah, ia rintis usaha depot cireng di Malang. Ia sulap cireng yang biasanya cuma digemari anak-anak itu menjadi sajian berkelas. Usaha cukup berkembang. Sejumlah gerai berhasil dibuka.

Namun selepas kuliah, orang tua memintanya pulang. Orang tidak ingin, ia meneruskan depot cirengnya.

“Orang tua , menginginkan saya bekerja di kantoran. Bisa di bank, PNS, atau apapun itu,” katanya.

Ia bisa mengerti alasan orang tuanya. Menjadi seorang wirausaha itu tidak mudah. Butuh proses. Butuh waktu, dan butuh mental ekstra.

“Jadi wirausaha itu susah, kalau sudah hokinya bisa sukses, tapi kalau tidak hokinya bisa buntung alias tidak sukses. Saya menyadari itu. Tapi, saya sangat nyaman berwirausaha ini,” terang dia.

Seakan gayung bersambut, orang tuanya mendapatkan tawaran orang untuk memasukkannya PNS di Pemkab Pasuruan.

“Secara legowo, saya mengikuti serangkaian tahapan semuanya. Saya ikut tes ini itu, semuanya sudah dilakukan. Hingga suatu ketika, orang yang menawarkan PNS ini meminta sejumlah uang. Hasilnya? alih-alih menjadi PNS, dirinya justru tertipu Rp 175 juta. Orang yang menawari PNS mendadak hilang dan tidak ada kabar.

Usai kejadian itu, semangatnya untuk berwirausaha tumbuh semakin kencang.

Hasilnya saat ini, perempuan berjilbab ini sukses menjadi distributor kosmetik. Omzetnya sudah ratusan juta rupiah.

Produk-produk kosmetiknya bertambah luas pasarnya. Bahkan sudah tembus luar negeri seperti Malaysia, Singapura, Korea Selatan.

"Allhamdulillah. Saya bersyukur sekali. Saya dari dulu memang inginnya bakulan. Tapi orang tua minta saya jadi pekerja kantoran dan ternyata bukan jalannya," papar dia.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved