Berita Surabaya

Halal Center Unair Mampu Uji DNA Daging

Universitas Airlangga meresmikan Halal Center yang juga berfungsi sebagai Lembaga Pemeriksa Halal. Ini keunggulan-keunggulannya.

Halal Center Unair Mampu Uji DNA Daging
surabaya.tribunnews.com/sulvi sofiana

SURYA.co.id | SURABAYA - Pengakuan halal untuk produk kosmetik, obat dan makanan saat ini menjadi isu serius. Halal juga telah menjadi branding bagi keunggulan suatu produk.

Untuk itu riset terkait bahan dan kandungan produk agar memenuhi standar halal sangat dibutuhkan. Melihat peluang ini, Universitas Airlangga meresmikan Halal Center yang juga berfungsi sebagai Lembaga Pemeriksa Halal.

Mustofa Helmi, ketua Halal Center Unair mengatakan, Halal Center merupakan Pusat Riset dan Pengembangan Produk Halal (PRPPPH) yang memiliki keunggulan dalam hal sarana.

Fasilitas itu telah dilengkapi dengan laboratorium dengan teknologi tinggi (Biosafety Level 3).

Laboratorium ini mengkaji bahan produksi untuk mendeteksi DNA yang terkandung di dalamnya, bisa jadi DNA babi atau lainnya.

"Halal center ini akan menjadi pusat riset halal, misalkan produk industri ingin melihat apakah kandungan produknya halal. Bisa nanti diperiksa Unair, tetapi melalui proses penugasan badan pemeriksa halal Kemenag juga,"urainya di sela seminar Akselerasi,Implementasi Jaminan Produk Halal di Indonesia di Unair kampus C, Rabu (28/3/2018).

Halal Center akan menangani 3 bidang riset utama, yaitu pangan, obat-obatan dan humaniora. Humaniora ini untuk.mengubah persepsi orang agar melihat pentingnya penetapan halal.

"Unair sudah memiliki 35 orang calon auditor halal, 10 proyek riset dan pengembangan produk halal, dan konferensi internasional yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat," pungkas Mustofa

Ketua komisi dakwah MUI, Cholil Nafis mengungkapkan untuk memberikan sertifikasi halal, orang datang dengan produknya untuk dicek. Kemudian MUI akan mengirim auditor untuk melihat proses produksinya.

"Auditor ini kami bisa mengirim dari Unair juga, karena mereka harus memastikan produksinya benar- melewati penyembelihan halal, bukan bangkai," ujarnya mencontohkan produk pangan.

Selain itu, pihaknya juga mengedukasi masyarakat terkait pemakaian bahan agar terjamin halal.

"Saat ini, halal center di universitas memiliki keunggulan di bidang riset. Hanya saja belum bisa mengeluarkan fatwa halal, semua masih dilakukan MUI,"urainya.

Belum bisanya universitas menjadi kepanjangan MUI dalam mengeluarkan sertifikat tak lepas dari payung hukum yang belum tuntas.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved