Gibran Rakabuming Selalu Hanya Jawab 2 Huruf saat Presiden Jokowi Dihina, Apa Maknanya?

Anak Jokowi, Gibran Rakabuming, dikenal sebagai pribadi cuek alias nggak pedulian, meskipun sedang dihina.

Gibran Rakabuming Selalu Hanya Jawab 2 Huruf saat Presiden Jokowi Dihina, Apa Maknanya?
Foto Kolase
Gibran Rakabuming 

Sebelumnya Arseto Pariadji membikin heboh. Hal ini disebabkan unggahan videonya yang memaki dan mencaci pendukung Presiden Joko Widodo, melalui akun Instagramnya.

Arseto Pariadji mengaku diminta membayar senilai Rp 25 juta, untuk mendapatkan undangan pernikahan anak Presiden Jokowi.

Kata-kata kasar yang dilontarkannya bikin geger dan menuai kontroversi.

Ia bahkan kembali berkoar melalui media sosial bahwa dirinya tengah diancam pendukung Jokowi.

Setelah aksinya membongkar harga undangan pernikahan Jokowi, Arseto Pariadji mengaku ditelepon pendukung Jokowi.

Mereka mengancam akan menyembelih Arseto Pariadji.

Arseto Pariadji dan Jokowi
Arseto Pariadji dan Jokowi (instagram)

Mendengar ancaman itu, Arseto Pariadji menunjukkan nyali besarnya.

Ia justru balik menantang orang yang meneleponnya untuk menemuinya di depan sebuah minimarket.

Aksi Arseto Pariadji pada video viral itu, ditanggapi pihak Istana Negara.

Kepada awak media, Juru Bicara Presiden, Johan Budi membantah keras tudingan penjualan surat undangan pernikahan anak Jokowi.

Johan Budi menyatakan, tak ada pungutan biaya untuk datang ke pesta pernikahan anak Jokowi.

Jokowi bahkan mengundang berbagai lapisan masyarakat.

Tidak hanya kalangan pejabat dan pengusaha, masyarakat biasa pun bebas masuk ke pesta pernikahan anaknya.

Johan Budi  mengimbau masyarakat, agar melaporkan pihak yang mengatasnamakan pihak Istana Kepresidenan yang menjual undangan pernikahan tersebut.

Setelah klarifikasi Johan Budi beredar, Arseto Pariadji pun kembali buka suara.

Melalui akun Instagram-nya, ia mengaku sudah bertemu dengan staf presiden.

Arseto Pariadji pun menceritakan kejadian soal jual beli undangan pernikahan itu.

Menurutnya, kala itu berniat bertemu Presiden Jokowi untuk melamar menjadi staf presiden.

Ia bahkan sudah membeli kado pernikahan. Namun, untuk bisa bertemu Jokowi, ia malah diminta membayar seharga Rp 25 juta.

Berdasarkan pengakuannya, pihak tersebut berasal dari ormas yang menjadi relawan pendukung Jokowi.

"Tadi saya sudah bertemu dengan staf, jangan sampai kita diadu domba media. Jadi tadi saya jelaskan di video itu saya emosional. Waktu itu saya mau bertemu presiden mau melamar jadi staf presiden dan penyambung saya itu adalah dari ormas dari pendukung presiden.

 Saya sudah beli tiket, beli kado untuk anaknya presiden, dan saat mau berangkat, ternyata undangan itu untuk yang hari pertama. Dan untuk bertemu presidennya itu undangannya harus bayar 25 juta.

Saya protes, kalau mereka yang jual kok undangannya asli, ini apa presiden sendiri yang jual apa bukan. Ternyata bukan, ternyata itu relawan pendukung yang ngadu domba," jelas Arseto.

Ia bahkan menuliskan permohonan maaf atas perkataan kasar sebelumnya.

Arseto Pariadji menegaskan urusannya sudah selesai dan tindakan yang membuatnya emosi adalah ulah dari relawan, bukan Jokowi.

"Saya sudah jelaskan ke staf dan tanyakan siapa yang jual itu undangan . Sampai saya batal bertemu Pak Jokowi. Saya juga sampaikan permintaan maaf kata2 saya lagi kecewa karena ulah mereka yang malah menjual undangannya.

Saya kira saya diundang Pak Jokowi. tapi kok disuruh bayar, tapi sudah clear itu ulah ulah relawan bukan Pak Jokowi yang jual. Jangan sampai kita diadu domba Pak Jokowi."

Editor: Tri Mulyono
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved