Citizen Reporter

Tabungkan Saja Botol Plastik

Botol plastik yang sekali pakai dilempar ke tempat sampah bisa menjadi tabungan. Para ibu PKK mengumpulkannya dan menabungkan hasilnya.

Tabungkan Saja Botol Plastik
pixabay.com

Banyak orang yang menganggap rendah ampah padahal tidak semua sampah itu sudah hilang fungsinya. Ada juga sampah yang masih memiliki fungsi.

Dengan adanya fungsi, sampah akan mudah untuk didaur ulang dan dapat digunakan lagi. Untuk orang kreatif, sampah-sampah yang dapat didaur ulang akan diubah menjadi barang yang diinginkan. Selain dapat didaur ulang, ternyata sampah juga bisa ditabung.

Sampah dibedakan menjadi dua kategori, yaitu sampah kering dan sampah basah. Jadi sampah yang dapat digunakan lagi rata-rata termasuk dalam kategori sampah kering, seperti botol plastik. Sampah botol plastik ini mudah didapatkan. Di mana-mana mudah dijumpai gelas atau botol plastik.

Tidak perlu jauh-jauh, kembali pada diri sendiri saja. Setelah minum air kemasan, botolnya langsung dibuang. Jika dikumpulkan, itu dapat menjadi tabungan.

Karena sampah botol plastik dapat dijual, ada warga desa di Sidoarjo yang membuat bank sampah. Di Desa Keboan Anom warga diajak menabung sampah-sampah yang telah dikumpulkan.

Bank Sampah Semangka di Jalan Jadam Sari RT 2 RW 6, Keboan Anom, Sidoarjo itu menampung sampah yang bisa didaur ulang. Sampah yang dapat ditabung harus yang masuk dalam kategori sampah kering. Warga desa yang terdiri atas ibu-ibu PKK meski tidak semua anggota PKK ikut.

Sebulan sekali di minggu ketiga, ibu-ibu PKK yang ikut harus megumpulkan sampah untuk dipilah-pilah agar dapat ditabung. Pilah-pilah itu dilakukan dengan cara sederhana. Botol plastik kemasan yang masih berlogo disobek menggunakan silet. Jangan lupa memakai sarung tangan, agar tangan tidak tidak cedera.

Setelah dipilah, sampah dijual. Hasil penjualan sampah itu yang ditabung. Dengan memilah-milah sampah, hasil penjualan sampah bisa menjadi banyak.

Akan tetapi, tidak semua botol bisa laku. Botol yang berwarna tidak disukai. Botol yang tidak berwarna mudah didaur ulang.

Elfira Meilinda
Keboan Anom, Gedangan, Sidoarjo

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved