Liputan Khusus

Keluarga TKI Korban Pancung Trauma, Emoh Tawaran Kerja di Arab Saudi

Trauma ini juga mendera keluarga TKI lainnya yang menerima hukuman serupa di luar negeri.

Keluarga TKI Korban Pancung Trauma, Emoh Tawaran Kerja di Arab Saudi
daily mail
Siti Zainab (44), warga Desa Mertajasah, Kecamatan Kota, Kabupaten Bangkalan, yang dihukum pancung di Arab Saudi. 

Pria yang kini bekerja membantu kakak sepupunya berjualan sate di wisata religi Masjid Syaichona Cholil Bangkalan ini bercerita, saat itu ibunya tiba-tiba dijambak rambutnya dari belakang dan dicekik lehernya.

Ibunya pun membela diri dengan mengambil apa saja yang ada didekatnya.

“Ada pisau di dekatnya dan ditusukkan ke penyerangnya itu,” cerita Syaifudin.

Dari sinilah kasus dugaan pembunuhan itu muncul dan Siti Zainab menjalani persidangan sejak 1999.

Tahun 2014 ada pengumuman Siti Zainab akan ada eksekusi hukaman pancung, tapi pihak keluarga sangat minim mendapat informasi.

Pada pertengahan April 2015, ada kabar dari media massa jika eksekusi sudah dilakukan.

“Kami keluarga sangat menyesalkan kenapa kok tidak ada pemberitahuan eksekusi itu sebelumnya,” sambung Tri Cahyono Abdullah, kerabat Siti Zainab.

Padahal, kata Tri Cahyono, perginya Siti Zainab ke Arab Saudi untuk bekerja dan membahagiakan keluarganya.

Zainab sudah menabung membeli kayu dan batu bata, yang rencananya untuk membangun rumah.
Tapi sebelum impian itu diwujudkan, Zainab tersandung kasus dan berakhir dengan hukuman pancung.

Seminggu setelah eksekusi mati, Syaifudin dan dua kerabatnya bertakziah ke kuburan Siti Zainab yang ada di Madinah.

Halaman
1234
Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved