Universitas Trunojoyo Madura

UTM Reorientasi Kurikulum Hadapi Era Revolusi Industri Dunia Keempat

Era Revolusi Industri 4.0 atau yang lebih dikenal dengan revolusi industri dunia keempat direspon Universitas Trunojoyo Madura (UTM).

UTM Reorientasi Kurikulum Hadapi Era Revolusi Industri Dunia Keempat
surya/ahmad faisol
┬áRektor UTM Dr Drs EC Muh Syarif Msi 

SURYA.co.id | BANGKALAN - Era Revolusi Industri 4.0 atau yang lebih dikenal dengan revolusi industri dunia keempat direspon Universitas Trunojoyo Madura (UTM) dengan melakuakan reorientasi kurikulum.

Kebijakan tersebut meliputi revitalisasi Perguruan Tinggi (PT), pembelajaran daring dan peningkatan kualitas PT.

Rektor UTM Dr Drs EC Muh Syarif Msi mengungkapkan, pada revolusi industri keempat, kebijakan strategis perlu dirumuskan dalam aspek kelembagaan, bidang studi, kurikulum sumber daya pengembangan cyber university serta riset dan pengembangan inovasi.

Kami lakukan reorientasi kurikulum untuk menghadapi Era Revolusi Industri 4.0. Segala hal menjadi tanpa batas dengan penggunaan data komputasi dan data yang terbatas," ungkap Syarif

Sekedar diketahui, revolusi industri pertama terjadi di Inggris pada 1774. Revolusi industri kedua terjadi di Amerika Serikat (AS), dan revolusi industri ketiga terjadi pada 1969 di AS.

Di era Revolusi Industri 4.0 ini semua mesin dihubungkan melalui sistem internet atau dikenal dengan cyber. Kompleksitas dunia industri pun semakin meningkat. Lebih komplek dari era revolusi industri ketiga, di mana mesin bekerja sendiri- sendiri.

Untuk itu, dijelaskan Syarif, program terkait riset dan pengembangan diarahkan UTM pada penciptaan teknologi masa depan.

Sedangkan program inovasi diarahkan pada pemanfaatan teknologi maju dan membebaskan nomenklatur prodi untuk mendukung pengembangan kompetensi industri.

"Reorientasi kurikulum akan meningkatkan kompetensi dan skill lulusan," jelasnya.

Ada lima elemen penting yang menjadi perhatian UTM agar dapat bersaing dalam era Revolusi Industri 4.0;

Halaman
123
Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Akira Tandika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved