Advetorial

Makin Cepat, Dispendukcapil Kabupaten Lumajang Ubah Metode Distribusi Dokumen Kependudukan

Saiful menerangkan perubahan metode pendistribusian E-KTP dari PT Pos ke petugas kecamatan malah semakin memudahkan masyarakat mengurus E-KTP.

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: irwan sy
surya/erwin wicaksono
Masyarakat Lumajang kini dimudahkan metode pendistribusian dokumen kependudukan. 

SURYA.co.id | LUMAJANG - Demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, dalam menjangkau secara luas proses pendistribusian dokumen E-KTP, Akta Kelahiran maupun dokumen kependudukan lainnya, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Lumajang melakukan terobosan dalam perubahan pendistribusian dokumen kependudukan.

Perubahan tersebut memiliki maksud dan tujuan menyesuaikan anggaran yang ada, juga sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas kerja Dispendukcapil kepada masyarakat.

Diharapkan, masyarakat akan lebih dekat dengan pihak instansi, sehingga pelayanan prima kepada masyarakat dapat terimplementasi dengan baik.

Perubahan tersebut meliputi, pendistribusian melalui Jasa PT Pos hanya diperuntukkan untuk jenis dokumen Akta Kelahiran bagi masyarakat yang berdomisli di Kecamatan Pronojiwo dan Tempursari, sedangkan kecamatan lainya melalui petugas kecamatan.

Untuk pendistirbusian E-KTP, dipastikan mengalami perubahan dari awalnya menggunakan jasa PT Pos berubah diserahkan sepenuhnya kepada petugas kecamatan.

Petugas kecamatan kemudian mengantarkan langsung ke rumah penduduk. Hal tersebut diungkapkan langsung Kepala Bidang Pencatatan Sipil Dispendukcapil Lumajang, Saiful Arifin, ketika ditemui di ruangannya, Kamis (22/3/2018) lalu.

"Soal perubahan pendistribusian, memang ada perubahan. Untuk akte tetep pakai Pos, namun ada perubahan bagi masyarakat wilayah atas seperti Kecamatan Pronojiwo dan Tempursari. Hal tersebut dikarenakan kami sedang menyesuaikan anggaran, di samping peningkatan kinerja dari Dispendukcapil juga. Untuk E-KTP pengiriman lewat pos kami stop, dan diubah distribusinya jadi melalui kecamatan. Jadi petugas kecamatan kami titipi, terus kemudian dilakukan pendistribusian langsung ke rumah atau masyarakat juga bisa ambil di kecamatan, bebas pilih yang mana" kata Saiful.

Saiful menerangkan perubahan metode pendistribusian E-KTP yang awalnya melalui PT Pos berubah ke petugas kecamatan malah semakin mempermudah masyarakat dalam mengurus E-KTP. Ini karena pendistribusian dilakukan secara massal.

Saiful menjelaskan masyarakat dapat mengecek status pembuatan E-KTP di kantor kecamatan sesuai domisili yang bersangkutan. Dengan demikian, masyarakat lebih dekat dan mudah dalam memantau perkembangan pembuatan E-KTP maupun dokumen kependudukan lainya.

"Dengan adanya perubahan ini masyarakat malah lebih enak karena distribusi dilakukan petugas kecamatan bisa langsung ke desa. Masyarakat sendiri bisa mengecek status pembuatan E-KTPnya di kantor kecamatan. Nama-nama warga yang E-KTPnya sudah jadi maupun belum juga terpampang di kantor kecamatan" paparnya.

Suasana pengurusan dokumen kependudukan di Kantor Dispendukcapil Lumajang.
Suasana pengurusan dokumen kependudukan di Kantor Dispendukcapil Lumajang. (surya/erwin wicaksono)

Saiful Arifin menegaskan bahwa dalam pelaksanaan perekaman, pembuatan dan pendistribusian dokumen kependudukan bebas dari pungutan liar atau pungli.

Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk profesionalitas kerja dari Dispendukcapil Kabupaten Lumajang.

"Oh ya sebagai bentuk profesionalitas kerja dan pelayanan prima kepada masyarakat saya pastikan bebas pungli," ujarnya.

Selain bebas pungli, Saiful juga memastikan semua bentuk pelayanan yang diberikan Dispendukcapil tidak dipungut biaya alias gratis.

"Untuk pelayanan juga tak lupa saya memastikan semua gratis kepada masyarakat. Tidak ada biaya apapun, saya pastikan itu," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved