Citizen Reporter

Ini Jalur Aman ke Gunung Arjuna

Tujuan utama pendakian adalah selamat saat berangkat dan selamat saat turun. Mencapai puncak gunung itu adalah bonus.

Ini Jalur Aman ke Gunung Arjuna
ist

Gunung Arjuna menjadi favorit pendaki. Gunung Arjuna secara administratif masuk dalam kawasan perbatasan tiga daerah, yakni Batu, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Pasuruan.

Itu masuk pada pengelolaan Taman Hutan Raya Raden Soerjo. Gunung Arjuna merupakan puncak tertinggi ketiga di Jawa Timur, setelah Semeru dan Raung. Titik tertinggi gunung Arjuna bernama Puncak Ogal-Agil dengan ketinggian sekitar 3.339 mdpl.

Pada ketinggian sekitar 3.000 mdpl, terdapat beberapa objek wisata. Salah satunya adalah wisata air terjun Kakek Bodo, berada pada salah satu jalur pendakian Gunung Arjuna. Selain itu, juga terdapat banyak tempat wisata yang berada di lereng Arjuna, seperti Tretes, kota wisata Batu, dan Taman Safari Indonesia 2.

Arjuna dapat didaki melalui berbagai arah, dari utara melalui Tretes melewati Gunung Welirang, dari arah timur melalui Lawang dan Purwosari. Dapat juga didaki dari arah barat melalui Batu dan dari arah selatan melaui Karangploso dan Singosari.

Pendakian kali ini dilakukan berenam. Pendakian itu direncanakan Wahyu, salah satu dosen Jurusan Sejarah Universitas Negeri Malang. Pendakian dilaksanakan Jumat (16/2/2018) melalui jalur Purwosari dari arah timur.

Jalur itu merupakan jalur yang tergolong cukup mudah dan nyaman. Sepanjang jalur di pos pendakian cukup mudah untuk ditemukan sumber mata air dan gubuk peristirahatan.

Namun, jalur Purwosari banyak dikatakan orang sebagai jalur pedakian yang mistis. Pasalnya pada jalur ini dapat dilihat peninggalan dari Kerajaan Majapahit. Sekarang tempat-tempat itu digunakan untuk pemujan spiritual dengan wangi harum dari dupa.

Beberapa situs sekaligus tempat pemujaan dulunya berupa punden berundak dan bangunan candi yang telah dipugar. Beberapa arca dwarapala ditemukan di situs-situs itu. Di antaranya Onto Boego, Situs Eyang Abiyoso, Situs Eyang, Sendang Dewi Kunti, Hyang Sakri, Situs Eyang Semar, Mangkutoromo, Candi Sepilar.

Pos perizinan pendakian terletak di Dusun Tambak Watu, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan. Jika berangkat dari Malang, maka dari terminal Arjosari naik bus menuju Pasuruan turun di pasar Purwosari.

Jika dari Surabaya, maka turun di pasar Purwosari. Dari sana ke pos perizinan dengan jasa ojek yang ada di sekitar jalan menuju pos perizinan. Jangan sungkan untuk bertanya kepada warga sekitar letak pos perizinan pendakian.

Setiap pendaki dikenakan tarif Rp 10.000/malam. Harga yang sama juga untuk sepeda motor yang diparkir.

Yang ingin melakukan pendakian mutlak harus menyiapkan kondisi fisik, perlengkapan pendakian, bekal, dan doa restu dari orang terdekat. Jangan terlalu memaksakan kondisi fisik yang nantinya akan membuat kerugian.

Selama pendakian, puncak bukanlah tujuan utama. Tujuan utama adalah selamat kembali hingga sampai di rumah dan puncak adalah bonus.

M Misbakhul Munir
Universitas Negeri Malang

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved