Breaking News:

Berita Kampus

Unusa dan Pemprov Jatim Kerjasama, Mahasiswa Magang di BLK, Pegawai Pemprov Perdalam K3 di Unusa

Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Pemprov Jatim terkait pemanfaatan sumber daya manusia.

Penulis: Danendra Kusumawardana | Editor: Parmin
surya/danendra kusumawardana
Gubernur Soekarwo (tengah) dan M Nuh (dua kiri) berserta jajaran dinas terkait foto bersama usai penandatanganan kerjasama. 

SURYA.co.id | SURABAYA -  Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Pemprov Jatim terkait pemanfaatan sumber daya manusia, khususnya bidang pendidikan dan kesehatan.

Penandatangan MoU ini dilakukan Gubernur Soekarwo dan Rektor Unusa Achmad Jazidie di Kafe Fastron lantai 3 Tower Unusa kampus B Jemursari, Jumat (23/3/2018).

Hadi dalam acara tersebut Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya Mohammad Nuh, dan beberapa kepala dinas terkait.

"Kerjasama dengan pemprov ini utamanya dalam bidang pendidikan dan kesehatan," tutur Jazidie.

Menurut  Jazidie, pihaknya juga melakukan kolaborasi sumber daya yang ada di setiap Dinas di lingkungan pemerintah Provinsi Jawa Timur, yakni Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Ketenagakerjaan, Dinas Koperasi, Dinsos, dan Dinas Perindustrian.

Kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, lanjutnya,  akan menumbuhkan kolaborasi saling menguntungkan.

"Kerjasama dalam pendidikan, mahasiswa akan magang di BLK-BLK yang ada di Jawa Timur, sedang karyawan Pemprov maupun perusahaan bisa mengirim pegawainya untuk menempuh studi K3 di Unusa," tuturnya.

Jazidie menambahkan, terjalinnya kerjasama dalam bidang Kesehatan, dapat mempermudah mahasiswa Kedokteran Unusa menempuh studi profesinya di Rumah sakit Islam.

"Kami juga kerjasama dengan dinas-dinas lain," tambah Jazidie.

Sedang Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengapresiasi inisiatif Unusa menjalin kerjasama dengan Pemprov Jatim. Sebab, Pemprov masih kurang tenaga kerja.

"Kami membuka Lowongan di Tuban 300 orang belum ada yang ngisi, tepatnya kita kekurangan pengawas di tenaga kerjaan (K3)," jelas Soekarwo.

Untuk menekan angka kecelakaan kerja, Pemprov Jatim dan Unusa menjalin kerjasama dalam pendidikan K3.

"Kami akan memberikan pendalaman pendidikan K3 oleh pegawai-pegawai perusahaan, sehingga kedepan angka kecelakaan kerja bisa ditekan kalau bisa menjadi zero Accident-lah," pungkas Soekarwo.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved