Breaking News:

Berita Pasuruan

Pedagang Bakso di Pasuruan Nyambi Jualan Sabu, Selama Ini Ia Sembunyikan Barang Haram Itu di Sini

Pedagang bakso nyambi jualan sabu-sabu. Selama ini ia sembunyikan barang haram itu di sini.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Titis Jati Permata
surya/galih lintartika
Kapolres Pasuruan AKBP Raydian Kokrosono saat berbincang dengan tersangka penjual bakso yang juga pengedar sabu-sabu, Senin (19/3/2018). 

Ia menjual bakso itu hanya untuk mengelabuhi bisnis hitamnya tersebut.

“Saya baru jualan sabu empat bulan. Sebelumnya, saya murni jualan bakso saja,” kata Karnawan kepada SURYA.co.id.

Dia mengaku, sabu-sabu itu biasanya dijual ke para pelanggannya di kawasan Pandaan dan Prigen.

Untuk transaksinya, ia mengaku biasanya menjual sabu sekaligus menjual bakso tersebut.

“Jadi misal ada yang butuh sabu, biasanya menghubungi saya. Selanjutnya saya antarkan ke tempatnya sembari membawa rombong bakso. Nah, pembeli biasanya beli bakso dulu, terus barangnya saya selipkan di bawah mangkok bakso,” tambah dia.

Untuk uangnya, kata dia, biasanya dikirimkan melalui rekening pribadi.

Ia mengaku mendapatkan pasokan sabu itu dari temannya di Sidoarjo.

Per satu gramnya, ia mendapatkan harga Rp 1,2 juta.

Biasanya, setiap satu gram, ia jadikan 10 paket hemat (pahe) dengan masing-masing beratnya 0,10 gram.

“Setiap satu gram, biasanya saya dapatkan untung Rp 300.000-Rp 500.000. Kadang saya juga ikut nyubit sabunya sedikit,” jelas dia.

Ia mengaku terpaksa menjual sabu ini. Ia menyadari hasil menjual bakso ini tidak menentu.

Kata dia, jual bakso kurang menjanjikan, dibandingkan jual sabu.

Ia menyebut, menjual sabu lebih menjanjikan dengan keuntungan yang besar.

“Saya ingin mendapatkan uang banyak, saya ingin bisa membayari hutang saya, dan saya juga ingin hidup enak. Saya jualan loh belum lama, baru empat bulan ini, setelah ada tawaran dari teman saya,” pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved