Gara-gara Sepatu Rusak, Mahasiswa Unesa Ini Malah Punya Usaha Unik

Membuat usaha terkadang berawal dari iseng atau tidak sengaja. Yang harus diperhatikan adalah jeli melihat peluang.

Gara-gara Sepatu Rusak, Mahasiswa Unesa Ini Malah Punya Usaha Unik
surya/danendra kusumawardana
Fikri melakukan proses sulam dengan teknik jahit Sashiko asal negeri sakura di rumahnya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Membuat usaha terkadang berawal dari ketidaksengajaan. Dari iseng, malah menjadi sebuah potensi usaha. Yang harus diperhatikan adalah jeli melihat peluang.

Seperti yang dilakukan mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Fikri yang jeli melihat peluang usaha dari sepatu kesayangannya yang rusak.

Fikri mencoba untuk memperbaiki kerusakan itu dengan cara menambal sulam sepatunya menggunakan kain berbahan jeans (denim). Ia menggunakan teknik jahit sashiko yang terinspirasi oleh brand asal Jepang bernama FDMTL.

Brand ini memang memfokuskan produknya dengan balutan teknik menjahit sashiko.

Teknik jahit sashiko sendiri adalah teknik dasar dalam menjahit. Teknik ini membentuk suatu pola tertentu seperti garis, lingkaran, kotak di atas kain atau denim.

Untuk menjahit ala sashiko yang harus diperhatikan adalah benangnya, Fikri menyebutkan teknik sashiko menggunakan benang khusus yaitu, benang rajut wol. Selain itu, jarum yang digunakan harus berlobang besar dan berukuran 4 cm.

"Kalau benang biasa gampang berodol," sambungnya.

Fikri juga mengaplikasikannya pada celananya yang bolong. Tak disangka keisengan itu menjadi bisnis yang menjanjikan. 

"Awalnya itu serba iseng pokoknya," ujarnya.

Saat berkunjung di acara gathering penggemar sneakers, karyanya membuat daya tarik tersendiri. Teman-teman satu komunitas sneakers juga memberikan perhatian lebih akan stylenya yang baru tersebut.

Halaman
12
Penulis: Danendra Kusumawardana
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved