Rabu, 8 April 2026

Berita Gresik

Umat Hindu Gresik Rayakan Nyepi; Bakar Ogoh-Ogoh Simbul Pemusnahan Angkara Murka

Umat Hindu di Gresik merayakan hari raya yepi dengan tema tetap menjaga kerukunan antarumat beragama.

Penulis: Sugiyono | Editor: Parmin
surya/sugiyono
Umat Hindu Laban Wetan Menganti Gresik mengarak lalu membakar ogoh-ogoh simbul keangkaramurkaan. 

Turn off for: Indonesian
Surya/Moch Sugiyono
ANGKARA MURKA - Ogoh-ogoh menjadi simbol angkara murka dan segera dibakar, Minggu (18/3/2018).

SURYA.co.id | GRESIK - Umat Hindu di Gresik merayakan hari raya yepi dengan tema tetap menjaga kerukunan antarumat beragama dan menjaga negara kesatuan republik Indonesia (NKRI). Hal ini untuk tetap menjaga keutuhan bangsa Indonesia.

Kegiatan kebersamaan itu ditunjukkan dengan kegiatan keliling Desa Laban Kecamatan Menganti membawa ogoh-ogoh sebagai simbol angkara murka. Dari perayaan itu, warga langsung sekitar sangat semangat melihat dan membantu perayaan karnaval ogoh-ogoh.

Kegiatan persatuan dan kesatuan masyarakat itu ditunjukkan dengan keakraban masyarakat dan umat Hindu. "Dengan keakraban dengan masyarakat ini kita menjaga kerukunan antar umat beragama dan menjaga NKRI," kata Harsono, ketua tempat ibadah Pura Jagad Dumadi Desa Laban Kecamatan Menganti, Minggu (18/3/2018).

Lebih lanjut Harsono mengatakan bahwa ogoh-ogoh simbol angkara murka sehingga setelah diarak keliling masyarakat ogoh-ogoh dibakar.

"Ogoh-ogoh dibakar sebagai pemusnahan angkara murka di muka bumi ini. Sehingga NKRI perlu dijaga kesatuannya," katanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved